Mengaku Ucapannya Dipelintir, Ketua MDA Bali Laporkan Pemilik Dua Akun Medsos 

alit
MELAPOR KE POLDA - Purnawirawan Polisi I Gede Alit Widana saat mendampingi Ketua MDA Provinsi Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet saat melapor ke Polda Bali, Jumat (24/6/2022). (DenPost.id/wiadnyana)

Kereneng, DenPost

Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet melaporkan dua akun media sosial (medsos) Facebook (FBV) ke Polda Bali, Jumat (24/6/2022). Pria kelahiran Klungkung itu membuat laporan dalam bentuk pengaduan masyarakat (dumas).

Ketua MDA melapor ke SPKT Polda Bali sekitar pukul 15.30, didampingi kuasa hukumnya, Purnawirawan Polisi I Gede Alit Widana, dkk. “Klien kami melaporkan dua akun medsos Facebook tentang dugaan penghinaan atau fitnah,” tegas Alit Widana.

Baca juga :  Sanur Kauh Kucurkan Dana Rp400 Juta untuk Ini

Menurut dia, dua orang yang dilaporkan yakni berinisial SP dan GP. Widana menuding bahwa keduanya memelintir ucapan dan memfitnah kliennya melalui akun medsos. “Para terlapor memelintir pernyataan klien kami saat menghadiri undangan Paruman Pemangku Tri Guna Pura di Wantilan Pura Ulun Danu, Desa Songan, Batur, Kintamani, Bangli, pada 5 Juni 2022,” bebernya.

Alit Widana mengungkapkan saat memberikan sambutan di acara itu, Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet menegaskan sikap bahwa MDA menolak ajaran sampradaya asing yang merongrong ajaran agama Hindu di dresta Bali. Ajaran itu dinilai mengkonversi orang-orang Bali yang beragama Hindu dresta Bali. “Dalam sambutannya, klien kami juga menyatakan perlu ada demarkasi (batas pemisah) sehingga perlu diidentifikasi siapa-siapa saja yang menganut sampradaya asing dicolek pamor. Jika nanti sembahyang ke pura atau masuk pura, maka perlu dipertanyakan latar belakangnya apakah menganut keyakinan sampradaya asing atau tidak?” tegas mantan Kapolresta Denpasar ini.

Baca juga :  Pemilik Kafe Sakura Diberi Peringatan Keras, Ini Penyebabnya

Dia menambahkan pernyataan Ketua MDA Bali itu malah dipelintir oleh kedua terlapor. Keduanya menyatakan bahwa Ketua MDA Bali akan mengusir orang Bali dan melakukan sweeping (pemeriksaan) terhadap orang Bali dan lainnya. “Padahal maksud dan tujuan klien kami untuk memberikan pencerahan yang menyangkut trans-nasional asing yakni ajaran sampradaya yang jelas-jelas cara sembahyang dan konsep Ketuhanannya berbeda dengan Hindu dresta Bali,” tegas pria yang juga pernah menjabat Wakapolda Bali ini. (yan)

Baca juga :  Kasus Mafia Tanah, Jurnalis Senior Diperiksa Nonstop

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini