Di PKB, Gong Kebyar Anak Jembrana Tampilkan Romantisme Permainan Tradisional Mecangak-cangakan

picsart 22 06 25 18 53 57 429
PUKAU PENONTON - Sekaa Gong Kebyar Anak - anak  Yowana Srawa Asmara Lawa  Desa Manistutu, Kecamatan Melaya Jembrana, sukses memukau penonton pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-44 di Panggung Ardha Candra Art Center Denpasar, Jumat ( 24/6/2022) malam.

Negara, DENPOST.id

Pelaksanaan PKB ke-44 tahun ini, menjadi pengobat rindu masyarakat Bali akan suguhan-suguhan hiburan kesenian pascabeberapa tahun sebelumnya PKB dilaksanakan secara terbatas atau daring akibat pandemi Covid-19. Hal tersebut, terlihat saat penampilan Duta Gong Kebyar Kabupaten Jembrana, di Panggung Terbuka Art Center Denpasar, yang dipadati ribuan masyarakat.

Dari ajang PKB, Sekaa Gong Kebyar Anak- anak Yowana Srawa Asmara Lawa, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya Jembrana, memukau penonton di Panggung Ardha Candra Art Center Denpasar, Jumat (24/6/2022) malam.

Baca juga :  Diduga Depresi Karena Sakit, Asmita Nekat Gantung Diri

Tampil dihadapan Gubernur Bali, Wayan Koster; Kapolda Bali, Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, serta Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, dan Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, mereka tampil percaya diri membawakan tiga tetabuhan. Masing-masing tabuh Kreasi Pepanggulan “Blabur Kapat” , tari Kreasi Kekebyaran  “Jeram”, serta penampilan yang paling ditunggu-tunggu penonton, yakni penampilan Dolanan “Mecangak-cangakan”.

Selain gong kebyar anak, ikut tampil gong kebyar dewasa Sanggar Seni Sana Sini dari Desa Pergung Mendoyo, serta gong  kebyar wanita Once Srawa dari Desa Penyaringan Mendoyo.
Tari Dolanan Mecangak-cangakan menjadi andalan dan mendapat sambutan meriah  penonton. Dolanan ini mengangkat permainan tradisional yang sudah sangat jarang dimainkan anak- anak generasi sekarang.

Baca juga :  Paket Bangsa Jalan Kaki 3 Kilometer

Penampilan tarian dolanan dibawah binaan komposer I Gede Yogi Sukawiadnyana, koreografer Ni Putu Arista Dewi serta penata lagu I Putu Adi Putra Kencana, diharapkan sebagai kritik sosial dan nostalgia akan romantisme permainan tradisional.

Kabid Kebudayaan Jembrana, Ida Bagus Kade Biksa mengatakan gong kebyar anak ini dibentuk sejak tahun 2018. Sebelum tampil di PKB tahun ini, sempat mewakili Kecamatan Melaya di ajang gong kebyar anak tingkat Kabupaten Jembrana hingga ditunjuk mewakili Jembrana. “Untuk penampilan di PKB ini kita persiapkan selama hampir satu sengah bulan. Untuk seniman berasal dari desa itu sendiri (Seka Sebunan). Harapan kita mereka pentas tidak hanya saat tampil dalam ajang seperti PKB, tapi juga tetap aktif di kegiatan adat dan keagamaan didesanya.  (120)

Baca juga :  Pasien Isoman di Jembrana Diajak ke Isoter

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini