Dilanda Pandemi, UMKM Binaan BPD Bali Tetap Eksis Berkat KUR

picsart 22 06 26 10 52 55 490
UMKM - Salah satu UMKM binaan BPD Bali di Mataram, UD Sarinah Jaya tetap eksis berproduksi meski sempat dilanda Pandemi Covid-19.

NI Wayan Wiartini (29), tak pernah menyangka usaha keripik dan dodol yang dirintis kedua orangtuanya sejak tahun 2000 lalu, oleng dihantam pandemi Covid-19. Padahal Rumah Keripik Lombok yang dikelolanya sedang berkembang pesat. Omzet penjualan produknya langsung anjlok seiring Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hampir di seluruh wilayah Indonesia.

“Pandemi sangat berpengaruh pada usaha saya. Bahkan setengah omzet saya hilang,” ungkap Wiartini saat ditemui di tempat usahanya yakni UD Sarinah Jaya, di bilangan Jalan Bung Karno No. 41 Pagutan Timur, Kota Mataram, Sabtu (25/6/2022).

Dikatakan Wiartini, saat pandemi penjualan produknya jauh berada di bawah omzet saat ini, lebih-lebih omzet sebelum pandemi. “Saat ini omzet saya rata-rata Rp 120 juta. Kalau ada pesanan bisa sampai Rp 150 juta. Sangat jauh ketika pandemi, bisa hanya Rp 70 juta omzet saya sebulan,” terangnya.

Baca juga :  Satgas Bencana Nasional BUMN Perkuat Integrasi Sistem dan Peran untuk Indonesia

Tak mau terpuruk, Wiartini bertekad tetap berproduksi meski tertatih. Apalagi banyak warga yang menggantungkan hidup dari usahanya tersebut. Beruntung Wiartini mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BPD Bali cabang Mataram, sehingga roda usahanya tetap berputar. “Usaha saya menjadi salah satu UMKM binaan BPD sejak tahun 2018. Saya sudah dua kali mengajukan KUR. Ini sangat-sangat membantu usaha saya saat di masa sulit. Saya tetap bisa berproduksi dan saya bisa tetap menggaji karyawan. Ada 25 orang termasuk tenaga magang yang bekerja di tempat saya. Bersyukur usaha saya tetap eksis, terima kasih BPD Bali,” ucapnya.

Dipaparkan Wiartini, produk dengan kategori penjualan terbaik yakni dodol nangka. “Dodol nangka jadi best seller, itu yang umum dicari wisatawan untuk oleh-oleh. Selain itu, kami juga memiliki produk terobosan baru yakni keripik singkong rasa ayam taliwang dan rasa nasi goreng khas Lombok. Lewat pilihan rasa ini, kami ingin mengangkat kekhasan Lombok melalui camilan-camilan. Apalagi semua produk kami menggunakan bahan-bahan lokal,” bebernya.

Baca juga :  BTB Sebut Hotel Aktif Masih di Bawah 50 Persen

Untuk pemasaran, Wiartini mengatakan produknya sudah beredar di Bali, Sumbawa, Bima dan Dompu. Sementara untuk di wilayah Lombok, camilan produksinya lebih banyak dijual di pasar-pasar tradisional dan toko modern. “Selain itu kami juga memasarkan secara online,” imbuhnya.

Sama halnya dengan Rumah Keripik Lombok, UMKM binaan BPD yang juga tetap bertahan di masa pandemi adalah Kupi Tujak Lombok. Sang pengusaha, H. Mohamad Najamudin mengakui BPD Bali berperan penting membantu usahanya tetap bergerak. “Saya dapat tambahan modal untuk meningkatkan produksi. Walau ini usaha kecil dan hanya melibatkan anggota keluarga dalam proses produksinya, saya bersyukur sejauh ini penjualan kopi kami tetap lancar,” katanya.

picsart 22 06 26 10 56 02 485
KUPI TUJAK LOMBOK – Proses pembuatan serbuk Kupi Tujak Lombok yang masih dilakukan secara tradisional.

Dia pun berharap, ke depan bantuan-bantuan dana baik dari perbankan seperti BPD maupun pemerintah tetap mengalir. “Untuk meningkatkan produksi, kami perlu alat-alat atau mesin pengolah dan itu memerlukan dana,” ujarnya.

Baca juga :  25 Tahun Puasa Emas, Petinju Bali Catat Sejarah di PON Papua

Najamudin mengatakan, ada beberapa jenis serbuk kopi yang dia produksi seperti kopi arabika, robusta dan kopi rempah. “Kalau untuk robusta, arabika dan kopi rempah, bahan bakunya semua lokal Lombok. Kami juga ada kopi lanang, ini khusus untuk meningkatkan stamina para pria. Kalau untuk kopi lanang ini, bahan bakunya saya ambil dari Aceh,” jelasnya.

Terkait pemasaran, Najamudin menyampaikan kopi produksinya acapkali dibeli wisatawan asing. “Ada dari Malaysia dan Turki. Selain memang pasar lokal lebih mendominasi. Saya bersyukur saja, usaha ini masih bertahan walau sempat dihantam pandemi Covid-19. Semoga ke depan, pandemi lekas terkendali, sehingga usaha-usaha kecil seperti kami tetap bisa berproduksi dan perekonomian masyarakat kembali pulih,” harapnya. (suryaningsih)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini