Bisnis di Bali Didorong Jalin Hubungan Komersial Lebih Dekat dengan Australia

aus
FORUM BISNIS - Forum bisnis yang diadakan Katalis bersama Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Denpasar untuk mengajak pebisnis yang berbasis di Bali agar memanfaatkan peluang keahlian dan dukungan dari Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA). (DenPost.id/ist)

Denpasar, DenPost.id

Melalui forum bisnis yang diadakan Katalis bersama Konsulat
Jenderal (Konjen) Australia di Denpasar mengajak pebisnis yang berbasis di Bali agar memanfaatkan peluang keahlian dan dukungan dari Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA).

Siaran pers yang diperoleh DenPost, Selasa (18/6/2022), menyebut acara ini menyajikan presentasi mengenai peluang-peluang yang ditawarkan Program Kerja Sama Ekonomi IA-CEPA ini ke para pimpinan bisnis lokal.
Bali merupakan wilayah sentral yang tercakup dalam studi yang didanai Katalis untuk memetakan peluang komersial bagi bisnis Australia pada industri pariwisata medis Indonesia yang mulai berkembang. Studi yang dimulai sejak April 2022 ini bertujuan menganalisis komprehensif terhadap berbagai kebutuhan mendesak dan manfaat komersial apa saja mengenai industri yang akan menghubungkan Indonesia dengan industri perawatan kesehatan Australia yang sudah maju serta dengan sistem pendidikan vokasi yang berkualitas tinggi.

Baca juga :  25 Pasien Positif Covid-19 di Denpasar Sembuh

“Selain untuk meningkatkan sektor perawatan kesehatan dan pariwisata Indonesia yang lebih selaras dengan standar Australia, melalui studi tinjauan pariwisata medis
yang didanai Katalis ini menjalin kemitraan komersial dengan Australia di banyak sektor lain dan akan menambah manfaat dari Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia. Itu sebabnya kami mendesak bisnis di Bali agar memanfaatkan peluang yang diberikan dalam Program
Kerjasama Ekonomi IA-CEPA Katalis,” kata Konsul Jenderal Australia di Denpasar, Anthea Griffin.

Berbeda dengan program lain yang didanai Australia, fokus dan tujuan Katalis yakni memaksimalkan manfaat komersial dan menciptakan akses pasar yang lebih luas bagi bisnis Indonesia dan Australia. Selain itu mendukung integrasi pasar yang lebih baik serta mengembangkan keterampilan untuk memanfaatkan peluang yang muncul seiring pemulihan pasca-pandemi covid-19.

Baca juga :  Pembobol Counter HP Ditangkap Saat Nongkrong di Minimarket

“Katalis mengidentifikasi dan mengembangkan peluang pasar baru serta menginspirasi kemitraan bisnis ke bisnis baru yang akan mendorong kolaborasi jasa dan meningkatkan perdagangan serta investasi antara dua ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara. Kami berupaya mewujudkan kemitraan komersial dengan para pihak yang memenuhi kriteria investasi kami. Kirimkan usulan-ide kegiatan melalui portal bisnis kami,” terang Paul Bartlett, Direktur ECP Katalis.

Tujuh kriteria investasi Katalis yang harus diperhatikan oleh bisnis agar usulan ide kegiatannya memenuhi persyaratan yakni memaksimalkan manfaat IA-CEPA yang mencakup kontribusi bersama secara finansial atau non-finansial (natura) dari penerima manfaat, saling menguntungkan bagi Indonesia dan Australia, dan selaras dengan kepentingan bilateral dan/atau regional, memprioritaskan manfaat yang katalitik, mendukung kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial, terbukti layak dan dapat direalisasikan secara politis, dan mencerminkan keunggulan komparatif Indonesia-Australia.

Baca juga :  Cegah Kerumunan Nasabah, Satpol PP-POM TNI Jaga Bank

Katalis adalah program pengembangan perdagangan dan investasi unik lima tahun (2020-2025) yang didukung pemerintah untuk membuka potensi besar kemitraan ekonomi
antara Indonesia dengan Australia. Katalis didirikan di bawah Program Kerjasama Ekonomi dalam Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Australia (IA-CEPA ECP). Program ini melengkapi program pembangunan pemerintah Australia dengan pendekatan bilateral yang berorientasi komersial. Katalis juga menempatkan kesetaraan gender, disabilitas dan inklusi sosial (GEDSI) pada kegiatan inti. (yad)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini