Jelang KTT G20, BNPT Gandeng Ratusan Tokoh Masyarakat dan Agama

picsart 22 06 29 16 28 36 313
DIALOG KEBANGSAAN - BNPT menggelar dialog kebangsaan dengan tema "Peran Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme Menjelang Pelaksanaan KTT G20”.

Mangupura, DENPOST.id

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mendeklarasikan kesiapsiagaan nasional dalam mendorong peran aktif masyarakat untuk mencegah aksi terorisme jelang pelaksanaan KTT G20 di Nusa Dua Bali. BNPT menggandeng ratusan unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh mahasiswa dan pecalang.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, mengatakan, Presidensi G20 yang akan digelar di kawasan Nusa Dua, sangat penting bagi Indonesia dan dunia. Untuk mencegah aksi terorisme, BNPT menyelenggarakan dialog kebangsaan. “Peran masyarakat dalam mencegah aksi terorisme menjelang KTT G20 sangat penting. Maka dari itu kami menggandeng unsur masyarakat,” ucapnya, usai deklarasi kesiapsiagaan nasional dan dialog guna mencegah terjadinya tindak pidana terorisme, di Discovery Kartika Plaza Hotel, Badung, Rabu (29/6/2022).

Baca juga :  Bandara Ngurah Rai Siapkan Layanan Vaksinasi di Terminal Domestik

Menurut Boy Rafli, kesiapsiagaan nasional merupakan salah satu program pencegahan tindak pidana terorisme yang diamanatkan dalam UU Anti Terorisme. Upaya kesiapsiagaan salah satunya melalui pemberdayaan masyarakat. “Dalam mendukung pengamanan penyelenggaraan KTT G20, BNPT menggandeng 200 unsur masyarakat yang merupakan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh mahasiswa dan pecalang,” bebernya.

BNPT juga melakukan pelatihan mitigasi aksi terorisme integratif yang melibatkan aparatur negara di wilayah Bali. Dengan begitu segenap kekuatan kewilayahan selalu siap dan dapat mengurangi resiko saat terjadi aksi teror. “Ini sangat penting (pencegahan aksi terorisme) setidak-tidaknya narasi-narasi yang terbangun hari ini mengingatkan kembali kepada kita semuanya, bahwa betapa pentingnya di tengah keberagaman bangsa kita terus untuk membangun api toleransi yang tidak boleh padam,” tegas Boy Rafli.

Baca juga :  Wujudkan Kota Layak Anak, Ini yang Dilakukan Puspaga 

Dikatakan pula, kolaborasi unsur masyarakat, pemerintah dan juga dengan tokoh-tokoh yang ada senantiasa perlu dibangun agar Indonesia menjadi negeri yang damai, harmoni dan sejahtera. “Kepada tokoh-tokoh yang ada di Bali khususnya, saya mengingatkan kembali bahwa kita perlu membangun kewaspadaan bersama. Kewaspadaan itu tidak jadi milik dari aparatur negara dan pemerintah saja, tapi kewaspadaan juga menjadi milik masyarakat,” katanya. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini