Diumumkan, Pemenang Lomba Desain Endek dan Kemasan Garam Peringati HUT Ke-49 PDIP

lomba1
LOMBA DESAIN - Penilaian lomba desain kain endek Bali untuk memperingati HUT ke-49 PDI Perjuangan dan Bulan Bung Karno. (DenPost.id/ist)

MEMPERINGATI HUT ke-49 PDI Perjuangan dan Bulan Bung Karno, DPD PDI Perjuangan Bali menggelar berbagai kegiatan yang sarat akan muatan local, salah satunya lomba desain endek dan lomba desain kemasan garam. Antusiasme masyarakat Bali begitu tinggi dalam mengikuti lomba ini. Hal itu terlihat dari banyaknya karya yang disetor dari berbagai kabupaten/kota di Pulau Dewatai. Untuk lomba desain endek, karya yang dinilai sebanyak 159, dan untuk lomba desain kemasan garam bali sebanyak 71 karya.

Koordinator Lomba, I Ketut Suryadi, Rabu (29/6/20022), mengungkapkan bahwa lomba desain endek merupakan bagian dari upaya DPD PDIP Bali dibawah kepemimpinan Wayan Koster untuk membangkitan industri endek bali yang dilihat mulai melemah. Keprihatinan berikutnya yakni pasar endek bali justru dikooptasi oleh industri endek cetakan dari luar, sehingga memunculkan ancaman bagi kelestarian endek tenun Bali.

“Orientasi Pak Gubernur dan DPD PDIP Bali yakni memacu kembali potensi dan kemampuan Bali dalam memproduksi endek yang menjadi industri. Bapak Wayan Koster waktu itu melihat bahwa industri endek bali mati suri, melemah, karena dikalahkanlah endek cetakan pabrik dari Jawa. Kita sangat menyayangkan padahal kalau yang tercatat dalam Hak Kekayaan Intelektual (Haki) yang namanya endek adalah ditenun. Kalau yang dicetak tentu itu bukan endek namanya, melainkan kain biasa tetapi menyerupai endek,” terang Pria yang akrab disapa Ketut Boping ini.

Baca juga :  Positif Covid-19 Bali Bertambah 1.057, Jumlah Meninggal Turun

Menurut dia, upaya Gubernur Koster mendorong pemanfaatan produksi lokal melalui proses panjang dan menjadi perhatian serius Gubernur yang sejalan dengan arah kebijakan partai. Proses tersebut diawali dengan diterbitkannya Pergub No.99 Tahun 2018 tentang pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali. Dilanjutkan dengan SE Gubernur Bali No.04 Tahun 2021 tentang penggunaan kain tenun endek bali/kain tenun tradisional Bali.

“Melalui SE No.4 Tahun 2021, masyarakat khususnya yang bertugas di instansi pemerintahan, diwajibkan mengenakan kain endek setiap Selasa. Nah untuk ini, masyarakat tentu harus membeli, sehingga diarahkan ke produk-produk endek tenun asli Bali. Maka dari itu lomba ini diadakan untuk menggairahkan pasar endek tenun khas Bali, sehingga dapat menggairahkan pasar endek bali dan memberikan lebih banyak pilihan motif untuk masyarakat. Tidak hanya berpaku pada motif-motif lama yang mungkin orang sudah bosan,” tegas politisi PDIP asal Bajera, Tabanan ini.

Hal senada dilakukan mengenai garam bali yang pasarnya didominasi garam beryodium. Menurut Boping, masyarakat selama ini lebih banyak mengkonsumsi garam beryodium akibat adanya provokasi dari pemerintah pada era Presiden Soeharto. Pada era tersebut didikampanyekan  bahwa konsumsi garam beryodium akan menghindarkan masyarakat dari potensi berbagai penyakit sehingga harus mengimpor garam. Hal itu membuat terhambatnya produk lokal masuk pasar modern atau ritel modern, dalam hal ini garam bali.

Baca juga :  28 Kapal Pesiar Batal Sandar, Benoa Hanya Terima Logistik

Menyadari hal tersebut, Gubernur Koster kemudian bersurat ke Presden Jokowi agar Keputusan Presiden (Keppres) No.69 Tahun 1994 tentang pengadaan garam beryodium direvisi oleh pemerintah pusat. “Pak Gubernur tegas bahwa Keppres ini harus direvisi dan petani garam kita harus disuport. Pak Gubernur sudah bersurat ke Presiden dan direvisilah Keppres ini, sehingga garam lokal kita sekarang punya daya saing untuk masuk pasar lokal. Sekarang kami bantu para petani garam. Lewat lomba desain kemasan ini dibuatkanlah packaging (kemasan) untuk produsen-produsen garam lokal dan kami bantu nanti untuk produksi kemasannya. Keren kan?” imbuh Boping.

Dia menambahkan bahwa DPD PDIP Bali melalui anggaran dari Gubernur Koster akan mengupayakan agar produksi kemasan untuk petani garam lokal difasilitasi melalui koperasi hingga masuk ke pasar-pasar modern.

Dengan memberi edukasi ke masyarakat akan kualitas garam local, maka Boping berharap masyarakat beralih dalam menggunakan produk garam bali. Selain itu desain kemasan yang menarik diharapkan dapat memupuk minat konsumen mengkonsumsi garam bali daripada garam impor.

Baca juga :  Rumah Makan Babi Guling Candra Terbakar

Para pemenang lomba telah diumumkan usai penilaian dilakukan pada Rabu lalu. Untuk lomba desain endek bali dimenangkan oleh I Gusti Ngurah Brama Abimanyu dengan judul karya ‘’Banteng Bajra’’, juara II diraih oleh I Gusti Lanang Putra dengan judul karya ‘’Karang Boma’’, juara III juga diraih oleh I Gusti Lanang Putra dengan judul karya ‘’Burung Merak’’. Sedangkan juara harapan I, II, dan III, masing-masing diraih I Made Pasek Satya Buana, I Gusti Ngurah Agung Aditya Prayoga, dan I Made Diana Putra.

Untuk pemenang lomba desain kemasan garam, juara I diraih I Putu Gede Pageh Usianto dengan judul karya ‘’Pura Bali’’, juara II diraih Made Suma Artadi dengan judul karya ‘’Garam Tradisional Uyah Kangin’’, juara III diraih Koperasi Pemasaran Teja Amertha Dewata dengan judul karya ‘’Palungan’’. Sedangkan juara harapan I, II dan III, masing-masing diraih I Komang Adi Pranata Subakti, I Gede Agus Sedana, dan I Made Waktu.

Hadiah akan diserahkan pada 30 Juni 2022 bertepatan dengan penutupan Bulan Bung Karno. (yad)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini