Cegah KTA dan TPPO, DP3AP2KB Gianyar Gencar Koordinasi Lintas Sektor

picsart 22 06 30 13 38 23 527
SOSIALISASI - DP3AP2KB Gianyar lakukan sosialisasi KTA dan TPPO kepada para peserta di Gianyar.

Gianyar, DENPOST.id

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB ) Kabupaten Gianyar gencar melakukan sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak (KTA) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Setelah sebelumnya menyasar guru-guru SMP se-Gianyar, kini DP3AP2KB Gianyar kembali melakukan koordinasi dan kerjasam dengan Organisasi Perangkat Daerah maupun desa.

Kepala DP3AP2KB Cokorda Gede Bagus Lesmana Trisnu, Kamis (30/6/2022) mengatakan, dengan terjalinnya koordinasi yang baik antarsektor akan dapat meminimalisir terjadinya KTA ataupun TPPO.
Dilanjutkannya, Undang-undang No.23 Tahun 2002 mengamanatkan bahwa semua anak harus dilindungi haknya, sehingga mereka bisa tumbuh kembang dengan baik, sehat, cerdas, dan kuat, sesuai dengan tujuan pembangunan nasional.

Baca juga :  Pedagang Korban Kebakaran Akan Diberikan Stimulus

“Untuk mencanangkan Indonesia emas tahun 2045 tentu harus dipersiapkan mulai dari anak-anak kita. Karena anak itu menjadi tumpuan generasi penerus kita yang akan melanjutkan pembangunan ke depan,” kata Cok Trisnu.
Lewat koordinasi ini diharapkannya dapat tercipta lingkungan yang baik untuk membentuk karakter anak yang baik.

Koordinasi tersebut menghadirkan narasumber berkompeten di bidangnya yakni Anak Agung Made Putra Wirawan dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Bali.
Ditekankannya, anak harus bebas dari segala bentuk kekerasan mulai dari kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, penelantaran ataupun eksploitasi.

Baca juga :  Ungkap Penggelapan Mobil, Polsek Sukawati Bekuk Pemalsu Surat Negara

Agung Wirawan berharap, dengan terwujudnya koordinasi dan kerjasama yang baik akan dapat mencegah kekerasan terhadap anak. “Jadi kita harapkan terbentuk kordinasi dengan peran masing-masing dengan tujuan yang sama, seperti desa adat misalnya bisa membuat pararem perlindungan anak, kalau dari Diskominfo misalnya membantu memerangi konten negatif dengan banyak membuat konten positif,” paparnya.

Narasumber lainnya, Ida Ayu Maharatni dari Yayasan Sakinah Bhawantu memaparkan pentingnya mencontohkan prilaku sikap yang baik untuk dicontoh.
“Anak-anak tidak pandai mendengarkan orang tua mereka, tetapi mereka tidak pernah gagal dalam meniru,” katanya.
Perempuan ini menegaskan pentingnya pengawasan terhadap anak terlebih di era digital seperti sekarang ini, karena jejak digital tidak bisa dihapus. “Jadi awasi anak kita dalam bermedia sosial, caranya ketika anak main tiktok atau instagram, minimal kita punya aplikasi tersebut untuk memantau aktivitas anak kita. Apa yang ia lakukan sehingga lebih mudah untuk mengawasinya,” sarannya.(116)

Baca juga :  Barang Kerajinan Ludes Terbakar, Kerugian Ratusan Juta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini