picsart 22 06 30 18 50 34 034
TUTUP BULAN BUNG KARNO-Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster, saat menutup kegiatan Bulan Bung Karno di Sekretariat DPD PDI-P Provinsi Bali, di Denpasar, Kamis (30/6/2022)

Tutup Bulan Bung Karno, Koster Sentil Kinerja OPD Pemprov Bali

Denpasar, DENPOST.id

Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Provinsi Bali, Wayan Koster secara resmi menutup kegiatan Bulan Bung Karno di Sekretariat DPD PDI-P Provinsi Bali, di Denpasar, Kamis (30/6/2022). Ada pernyataan menarik saat memberikan sambutan, setelah meyerahkan hadiah kepada pemenang lomba desain endek, serta desain kemasan garam Bali.

Koster yang juga Gubernur Bali tersebut, secara terang-terangan menyentil sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) atas kinerjanya yang kalah dengan para petugas partai yang ada di DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali.

Menurut Politisi asal Desa Sembiran tersebut, garam di Bali ini sangat bagus citarasanya dan sangat diminati oleh hotel-hotel berbintang, serta bisa juga di ekspor. “Kita tidak bisa pasarkan ke swalayan di Indonesia, karena ada Keppres terkait standar garam beryodium, sehingga untuk masuk ke pasar dalam negeri agak susah dan kami sudah mengusulkan kepada Presiden untuk merevisi Keppres tersebut. Untuk itu, saya sementara ini membuatkan Surat Edaran Gubernur agar garam Bali ini bisa masuk ke swalayan dengan standar kemasannya harus bagus. Itulah saya pakai lomba untuk membuat kemasan garam Bali,” ujarnya.

Baca juga :  Beredar, Video Penguburan Warga Dikawal Petugas Medis

Koster juga menyindir para kepala dinas (Kadis) di lingkungan Pemprov Bali, terkait kinerja yang tidak secepat tim di partainya. “Kadis-kadis saya di provinsi belum nyampe pemikirannya ke sini tentang hal ini. Bila ada hal penting untuk kebutuhan rakyat, itu tidak kepikiran. Jujur saja saya akui, saya selaku gubernur dibandingkan sebagai ketua DPD, lebih cepat saya kerja dengan kader partai di banding dengan kepala dinas saya. Hasilnya lebih bagus dan dananya lebih minim lagi, karena dikerjakan secara gotong-royong,’’ ungkapnya sambil tertawa.

Baca juga :  Senderan Trotoar Jebol, Rombong Bakso Nyungsep ke Jurang

Ia juga menambahkan kalau di birokrasi itu, nomor satu yang ditanya bukan kerja, namun anggarannya ada apa tidak. “Meski anggarannya ada, kadang-kadang jadi, kadang-kadang tidak. Kalau tidak ada anggaran pastinya tidak jalan. Kalau di partai, kita gotong-royongan dan pastinya hasilnya bagus. Saya sudah perjuangkan semua lokus pembuatan garam di Bali untuk mendapatkan indikasi geografis. Kalau itu semuanya sudah keluar ditambah kemasan yang bagus, maka makin cepat masuk pasar swalayan maupun ekspor dan nilai ekonominya bisa naik,” ucapnya. (115)

Baca juga :  Perubahan Level PPKM di Bali Belum Pasti

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini