PDIP Denpasar Gelontor Bantuan Dana Pendidikan Rp50 Juta

picsart 22 06 30 18 52 20 841
BANTUAN PENDIDIKAN - Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, saat menyerahkan bantuan dana pendidikan untuk anak-anak yatim piatu dan anak berkebutuhan khusus, Kamis (30/6/2022).

Renon, DENPOST.id

Menutup peringatan Bulan Bung Karno tahun 2022 ini, DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar menggelar baksti sosial penyerahan bantuan dana pendidikan untuk anak-anak yatim piatu dan berkebutuhan khusus yang kurang mampu, namun berprestasi, Kamis (30/6/2022). Bantuan dana dengan total Rp50 juta itu, menyasar 125 anak dan diserahkan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, di DPC PDI Perjuangan, Denpasar.

Selain jajaran pengurus DPC dan anak-anak penerima bantuan, turut hadir Putu Phuspawati Kula dari Yayasan Sehati Bali, dan Koordinator Umum Peringatan Bulan Bung Karno, I Wayan Sutama.

Baca juga :  Bupati Giri Prasta Apresiasi Fraksi-fraksi DPRD Badung

Ketua DPC PDI Perjuangan Denpasar, I Gusti Ngurah Gede mengatakan bakti sosial penyerahan bantuan dana pendidikan ini, sebagai penutup seluruh rangkaian peringatan Bulan Bung Karno. Bakti sosial ini dilaksanakan, setelah sebelumnya berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Denpasar.

Dikatakan dia, usai menyerahkan bantuan pihaknya banyak mendapat masukan terkait penanganan anak- anak berkebutuhan khusus, utamanya penderita autis. Di mana, penanganan anak autis sangat sulit dan perlu mendapatkan pemahaman bersama. ‘’Hal ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat umum. Mengingat, anak autis harus mendapat penangananan istimewa. Perawatannya cukup rumit dan sulit. Hal inilah perlu pemahaman semua pihak,’’ kata Ngurah Gede, yang juga Ketua DPRD Denpasar itu.

Baca juga :  Kebakaran Hutan di Bukit Payang Capai 20 Hektar

Selain itu, Ngurah Gede mendorong agar perhatian pemerintah terhadap anak- anak autis lebih ditingkatkan. Pasalnya, perawatan terhadap anak-anak autis perlu terapi khusus, dengan biaya yang relatif tinggi. ‘’Bagaimana jika penderita ini dari kalangan kurang mampu. Tentu mereka tidak akan bisa di terapi. Karena itu, kami minta agar perhatian pemerintah ditingkatkan. Misalnya dengan pengadaan alat terapi, sehingga anak-anak yang memerlukan perawatan bisa ditangani secara gratis,’’ ujarnya.

Baca juga :  Ditemukan Tiga Warga di Bali Terserang Covid-19 Varian Delta

Hal senada diungkapkan Putu Phuspawati Kula. Pengelola Pondok Kasih Phuspa Autism ini mengakui jika perawatan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus relatif sulit dan memerlukan biaya yang cukup tinggi. Dikatakan dia, saat ini pihaknya menangani 42 anak autis yang sebagian besar dari kalangan keluarga kurang mampu. ‘’Sistem kami jemput bola, bila ada informasi anak spesial kita datangi untuk diberikan perawatan,’’ ujar Phuspawati, seraya berharap makin banyak orang yang peduli autis. Mengingat, bukan hanya anak yang perlu disuport, tapi juga orangtuanya. (105)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini