Desa Suwug dan Julah Masuk Kategori Partisipasi Pemilih Terendah di Buleleng

picsart 22 07 01 18 12 36 568
NARASUMBER - Mantan Ketua KPU Bali, Sukawati Lanang Perbawa, saat menjadi narasumber di Desa Julah, Tejakula, Jumat (1/7/2022).

Singaraja, DENPOST.id

Dua desa di Buleleng masuk kategori tingkat partisipasi pemilihnya dalam perhelatan Pemilu sangat rendah. Dua desa itu yakni Desa Suwug, Kecamatan Sawan dan Desa Julah, Kecamatan Tejakula. Untuk itu, dua desa ini menjadi sasaran sosialiasi KPU Buleleng dalam program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan. Ketua KPU Buleleng, Dudhi Udayana, mengungkapkan hal itu saat sosialisasi di Kantor Desa Julah, Jumat (1/7/2022).

Baca juga :  PPDB, Bupati Buleleng Instruksikan Sekolah Tidak Pungut Biaya Apapun

“Desa Suwug dan Desa Julah dalam catatan kami di KPU Buleleng tingkat partisipasi pemilihnya terendah. Makanya kita sasar dua desa ini untuk sosialisasi,” ucapnya.

Sosialisasi itu menghadirkan sejumlah narasumber yang mumpuni di bidang itu. Salah satunya mantan Ketua KPU Bali, Sukawati Lanang Perbawa. Dia mengungkapkan, banyak jargon politik yang dimunculkan untuk menarik simpati pemilih. Salah satunya adalah “Jele Melah Nyame Gelah”. Jargon ini menurut Lanang Perbawa kurang pas dan menyesatkan. “Masak yang sudah kita tahu jelek kita pilih. Seharusnya ‘Nyame Melah Ane Gelahang’,” ucapnya disambut tepuk tangan peserta sosialisasi.

Sementara Ketua KPU Bali, Agung Lidartawan, yang membuka acara itu mengaku sudah dari awal memberikan rambu-rambu bagi penyelenggara Pemilu untuk tidak bersentuhan dengan timses salah satu kandidat nantinya. “Kalau menang nggak masalah. Nah kalau kandidatnya kalah, di sana akan dipermasalahkan. Makanya saya tegaskan, jangan jadi penyelenggara kalau jadi timses. Begitu juga sebaliknya agar tidak ada masalah di belakang hari,” tegasnya. (118)

Baca juga :  Warga Dusun Kawanan Blokir Jalan, Ini Tuntutan Mereka

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini