Perumda Air Minum Berencana Tambah Jaringan

picsart 22 06 28 16 02 04 837
CEK JARINGAN - Petugas PDAM saat mengecek jaringan pipa transmisi yang tergerus longsor. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Kabupaten Bangli berencana melakukan penambahan jaringan baru. Pihak Perumda beralasan selama ini sejumlah pipa transmisi yang ada kerap diterjang longsor ketika musim hujan.

Kabag Umum dan Keuangan Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Kabupaten Bangli, Gusti Agung Jelantik Sutha Baskara, menyebutkan, setiap musim penghujan, beberapa kali jaringan pipa transmisi seperti di bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Melangit diterjang material tebing yang longsor. Akibatnya pasokan air bagi pelanggan jadi terganggu akibat pipa transmisi rusak dan terputus. “Sumber mata air Gamongan I, Desa Kayubihi berada di bantaran Sungai Melangit dengan topografi tebing yang tinggi. Dampaknya, setiap musim penghujan sering kali tebing yang memiliki ketinggian lebih dari 50 meter longsor dan menimpa jaringan pipa,” terangnya, Jumat (1/7/2022).

Baca juga :  Dipertanyakan Warga, PMI Asal Bangli Pindah Karantina

Disebutkannya, dalam kurun waktu sepekan ini saja sudah dua kali jaringan pipa hancur karena diterjang longsor. Akibatnya, ribuan pelanggan tidak dapat suplai air. Menyikapi masalah klasik tersebut, pihaknya berencana bakal membangun jaringan baru. Di mana untuk jaringan baru ini pipa tidak lagi mengelilingi tebing, namun dipasang dekat sumber dan air langsung didorong ke atas dengan menggunakan tenaga mesin pompa. Hanya saja, untuk bangun jaringan baru butuh anggaran yang tidak sedikit.

“Pembangunan jaringan baru ini sifatnya sebagai penyeimbang, artinya jika jaringan pipa lama rusak, maka pendistribusian air lewat jaringan yang baru, sehingga layanan bisa tetap normal,” katanya.

Baca juga :  Seorang Perawat di Bangli Positif Covid-19

Rencana penambahan jaringan ini rupanya mendapat respons dari jajaran parlemen Bangli. Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, meminta pihak Perumda membuat kajian terlebih dahulu. “Kajian ini sangat penting demi kelancaran program ini,” ujarnya.

Dia mengatakan, kajian matang diperlukan lantaran program ini menyerap anggaran miliaran rupiah. Pihaknya pun mempertanyakan apakah membuat jaringan baru merupakan satu-satunya solusi mengatasi masalah yang kerap terjadi saat ini. “Solusi lain perlu juga dipikirkan, apakah ada jaminan air akan bisa mengalir normal terutama saat masuk musim penghujan bila dibuat jaringan baru,” imbuhnya. (128)

Baca juga :  Warna Panji Bangli Dikembalikan ke Hijau Muda

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini