Marsma I Made Susila Adnyana: Tak Ada Toleransi Kesalahan Sedikit pun di Langit

made1
Marsma I Made Susila Adnyana

BERAWAL dari kebanggaannya melihat prajurit TNI, keinginan I Made Susila Adnyana meniti karier di Angkatan Udara (AU) akhirnya kesampaian juga. Kepala Dinas Pengembangan Operasi TNI Angkatan Udara (Kadisbangopsau) ini sekarang bertugas di Mabes TNI AU Jakarta. Dia adalah salah satu putra Bali yang mengawali karier menjadi pilot pesawat tempur dan pernah tergabung dalam Jupiter Aerobatik Team di TNI AU beberapa tahun lalu.

Menurut Marsekal Pertama (Marsma) I Made Susila Adnyana, usai merayakan HUT-nya ke-55 bertepatan dengan HUT-76 Bhayangkara, Jumat (1/7) kemarin, prajurit TNI-AU selalu berpikiran bahwa pilot adalah the best atau ujung tombak kesatuan. Karena itu, setelah tamat Akabri tahun 1990, Made Susila masuk Sekolah Penerbang (Sekbang) hingga meraih prestasi terbaik saat itu. Pria asal Tabanan ini kemudian menjadi pilot pesawat tempur di Madiun, Jatim, dengan menerbangkan Skyhawk MK-53.

Baca juga :  Penyaluran KUR BRI Efektif Bantu UMKM Kembangkan Usaha

Made Susila menambahkan kunci sukses menjadi pilot pesawat tempur yakni kematangan skill si penerbang karena jarak dan kecepatan sangat luar biasa yakni rata-rata 460 knot. Seorang pilot juga harus mampu mendeteksi, punya kecepatan, dan ketepatan jarak. ‘’Sedangkan kalau menjadi anggota tim aerobatik harus masuk kelas khusus dalam kompetisi ketat, sebab pilot tidak hanya mengendalikan pesawat sendirian, tapi bersama tim,’’ tegas perwira tinggi yang menggemari martial arts ini.

Baca juga :  Perpres NEK Disahkan, BRI Dukung Pemerintah dengan Perkuat Sustainable Finance

Pengalaman menarik selama menjadi penerbang, menurut Made Susila, yakni dituntut menjadi instruktur. Dia pernah mengajar di Yogyakarta untuk membentuk dan mengajari prajurit yang tak bisa terbang menjadi mampu terbang. Bahkan ada istilah instruktur yakni the sky is wide, that is not room for error (langit amat sangat luas, namun tidak ada toleransi kesalahan sedikit pun), sehingga diperlukan skill khusus.

Ditanya mengenai tugas-tugasnya di Dinas Pengembangan Operasi TNI Angkatan Udara (Disbangopsau), perwira tinggi tamatan SMA TP 45 Tabanan ini mengaku menyiapkan dukungan operasional penerbangan di lanud di seluruh Indonesia seperti everett pesawat, mobil pendukung, alat navigasi, dan biofisika cuaca. Sedangkan untuk di pelabuhan komersial, pihaknya menjalin kerjasama mengenai penggunaan bandara antara TNI AU, Angkasa Pura, dan Dishub.

Baca juga :  Danlanud Sam Ratulangi: Setetes Darah Sangat Berarti bagi yang Membutuhkan

Dia juga mengaku bahwa kini banyak putra Bali yang sukses di AU seperti Marsekal Muda TNI I Wayan Sulaba, yang mengemban amanat sebagai Asintel Kasau, serta perwira bintang satu lainnya. ‘’Mudah-mudahan ada lagi,’’ tandas Made Susila. (yad)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini