Tumpek Krulut, Gubernur Koster Minta Masyarakat “Ngamargiang Rahina Tresna Asih Secara Sekala-Niskala”

picsart 22 07 03 11 13 12 724
Gubernur Bali, Wayan Koster.

Denpasar, DENPOST.id

Sebagai implementasi Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2022 tentang Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali Berdasarkan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi Dalam Bali Era Baru, Gubernur Bali, Wayan Koster, Minggu (3/7/2022), menggelorakan Rahina Tresna Asih melalui Instruksi Nomor 08 Tahun 2022 tentang Perayaan Rahina Tumpek Krulut dengan Upacara Jana Kerthi.

Perayaan ini merupakan pelaksanaan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.
Instruksi ditujukan kepada pimpinan lembaga vertikal di Bali, yakni walikota/bupati se-Bali, Bandesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Bandesa Madya Majelis Desa Adat Kota/ Kabupaten se-Bali, Bandesa Alitan Majelis Desa Adat Kecamatan se-Bali, pimpinan lembaga pendidikan se-Bali, perbekel dan lurah se-Bali, bandesa adat atau sebutan lain se-Bali, pimpinan organisasi kemasyarakatan dan swasta se-Bali, dan seluruh masyarakat Bali.

Gubernur Bali mendorong semua pihak bersinergi secara gotong royong melaksanakan nilai-nilai adiluhung Jana Kerthi dengan tertib, disiplin dan penuh rasa tanggung jawab. “Perayaan Rahina Tumpek Klurut dilaksanakan secara serentak di seluruh Bali pada Sabtu (saniscara kliwon, krulut), 23 Juli 2022, diawali kegiatan niskala pukul 09.00–10.00 Wita, dan dilanjutkan kegiatan sakala pada pukul 10.00 Wita sampai selesai (dilaksanakan selama wuku krulut). Pemerintah Provinsi Bali merayakan Rahina Tumpek Krulut secara niskala dengan upacara penyucian (otonan) sarwa tetangguran (gamelan dan/atau alat musik) untuk memuliakan Hyang Widhi dalam manifestasi sebagai Dewa Iswara/Kawiswara dilanjutkan dengan persembahyangan bersama,” ujar Koster.

Lebih lanjut ia menjelaskan kegiatan niskala dilaksanakan dengan sembahyang bersama di Pura Gelap Besakih pada Sabtu (saniscara kliwon, krulut), 23 Juli 2022, pukul 09.00-10.00 Wita. Persembahyangan bersama ini juga akan dihadiri sejumlah pejabat, seniman, budayawan, mahasiswa, Slsiswa, serta masyarakat. Kegiatan sakala dilakukan dengan: 1) pegelaran seni; 2) kunjungan ke panti asuhan, panti wreda, rumah tahanan, dan/atau rumah sakit; 3) memberi bantuan kepada siswa atau mahasiswa berprestasi dan/atau kurang mampu; 4) memberi penghargaan kepada penggiat seni dan budaya, olah raga dan bidang lainnya; dan 5) memberi ucapan rahina tresna asih/kasih sayang dresta Bali melalui berbagai media.

Baca juga :  Pasien Positif Covid-19 di Denpasar Bertambah Satu Orang

Acara pegelaran seni diisi dengan berbagai jenis kesenian dan grand final Aransemen Lagu Nangun Sat Kerthi Loka Bali, pada Sabtu, 23 Juli 2022, pukul 19.00 Wita sampai selesai, di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Provinsi Bali.
“Pemerintah kabupaten/kota se-Bali kami harapkan melaksanakan upacara tumpek klurut secara niskala dan sakala sebagaimana halnya kegiatan Pemerintah Provinsi Bali, tempat ditentukan oleh pemerintah kota/ksbupaten masing-masing. Majelis Desa Adat Provinsi Bali mengikuti kegiatan Pemerintah Provinsi Bali, sedangkan Majelis Desa Adat Kabupaten/Kota mengikuti kegiatan pemerintah kabupaten/kota masing-masing,” terangnya

Baca juga :  Tebar Ribuan Benih Ikan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Lembaga Vertikal, kata Koster, merayakan rahina tumpek krulut secara niskala dengan persembahyangan bersama di tempat suci yang ditentukan masing-masing. Kegiatan sakala dilaksanakan dengan kegiatan pegelaran seni; kunjungan dan kepedulian sosial ke panti asuhan, panti wreda, rumah tahanan dan/atau rumah sakit; memberi bantuan kepada siswa atau mahasiswa berprestasi dan/atau kurang mampu; memberi penghargaan kepada penggiat seni dan budaya, olah raga dan bidang lainnya; dan memberi ucapan rahina tresna asih/kasih sayang dresta Bali melalui berbagai media. Peserta kegiatan adalah pimpinan dan pegawai masing-masing instansi.

Baca juga :  Baru Datang dari Kampung, Kediaman Duktang Ditempel Stiker Khusus

Untuk desa/kelurahan merayakan rahina tumpek krulut secara niskala dengan melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Kahyangan Desa. Kegiatan sakala dilaksanakan dengan kegiatan pegelaran seni; kunjungan dan kepedulian sosial ke panti asuhan, panti wreda, rumah tahanan dan/atau rumah sakit; menyelenggarakan kegiatan peduli sosial kepada masyarakat desa/kelurahan yang kurang mampu; memberi penghargaan kepada penggiat seni dan budaya, olah raga dan bidang lainnya dan memberi ucapan rahina tresna asih/kasih sayang Dresta Bali melalui berbagai media. “Ungkapan tresna asih dapat diwujudkan dengan memberi kembang atau bentuk lain sebagai cenderamata yang membahagiakan, dengan memanfaatkan produk lokal Bali,” pinta Koster. (115)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini