Terjangkit PMK, Sapi di Kelompok Simantri Desa Medahan Dipotong Paksa

picsart 22 07 03 18 57 59 997
TERJANGKIT PMK - Petugas turun ke Kelompok Peternak Simantri di Desa Medahan, Blahbatuh, Gianyar, karena sapi terjangkit PMK.

Gianyar, DENPOST.id

Sesuai dengan hasil koordinasi Dinas Pertanian Gianyar, dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, dan Balai Veteriner Denpasar dengan mengacu hasil lab telah ditemukan sejumlah sapi di Gianyar, terkena penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kelompok Peternak Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi (Simantri) di Desa Medahan, Blahbatuh Gianyar.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Gianyar, I Made Raka melalui Kabid Keswan Kesmavet, Made Santiarka, Minggu (3/7/2022), menyampaikan sapi yang terkena PMK sudah ‘stumping out’ (dipotong paksa), sehingga di Gianyar tidak ada lagi sapi yang tertular PMK.
Dikatakan dia, terdapat 38 ekor sapi yang terjangkit PMK dan telah dipotong paksa.

Baca juga :  Samsat Gianyar Berikan Kemudahan Hingga Desember

Sapi yang dipotong paksa sebanyak 38 ekor terdiri dari 26 ekor di dalam kandang dan 12 ekor di luar kandang. Ia menjelaskan sapi bantuan Simantri yang menurut hasil lab positif PMK berasal dari luar Gianyar. Karena kasus PMK berada kandang Kelompok Simantri, maka kewenangan penanganan dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali.

Dengan adanya kasus PMK di kandang Peternak Simantri di Medahan, Dinas Pertanian Gianyar meminta seluruh peternak di Gianyar lebih meningkatkan kewaspadaan. Ini dikarenakan virus ini bisa tersebar melalui transportasi lalu lintas ternak, termasuk orang yang sempat masuk ke kandang sapi yang tertular PMK.

Baca juga :  Pengelolaan Sampah di Taro Sudah Mulai Menghasilkan

Diminta semua peternak di Gianyar, diwajibkan memperketat penerapan ‘biosecurity’. Ini terutama penyemprotan desinfektan pada kandang guna pencegah munculnya virus PMK. “Jika muncul kasus sapi atau babi dengan gejala PMK, peternak di Gianyar diwajibkan secepatnya melaporkan kepada petugas terdekat, sehingga Dinas Pertanian bisa mencegah kasus PMK tidak meluas,” ujarnya.

Karena sudah ditemukan kasus PMK di Kandang Simantri Desa Medahan, dia berharap ada bantun vaksin PMK dari pusat melalui koordinasi Pemerintah Provinsi Bali. Vaksin PMK diharapkan secepatnya datang dan tahap awal akan difokuskan untuk memvaksin ternak di wilayah Desa Medahan.

Baca juga :  Para Pemilik Toko ‘’Mesadu’’ ke DPRD Gianyar

Made Raka menegaskan sapi yang tertular PKM di kandang Simantri Medahan sudah dilakukan pemotongan paksa oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, guna mencegah penularan PMK ke sapi lain atau ternak babi di sekitarnya. “Jadi, saat ini tidak ada lagi sapi di Gianyar yang tercatat positif PMK,” tandasnya.(116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini