Dua Sapi Diduga Positif PMK, BBVet Uji Sampel ke Bangli

picsart 22 07 03 19 28 14 327
BERBUSA - Sapi dalam kondisi mulut berbusa.

Bangli, DENPOST.id

Pihak Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli, bersama Tim Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar melakukan uji sampel terhadap sapi milik peternak di Banjar Tabih, Desa Buahan, Kecamatan Kintamani Bangli. Hal ini menyusul adanya laporan dua ekor sapi banjar tersebut, diduga positif terserang Penyakit Kuku dan Mulut (PMK).

Kadis PKP Bangli, Alit Parwata saat dikonfirmasi, Minggu (3/7/2022), membenarkan kondisi tersebut. Kata dia, pihaknya telah turun pada, Sabtu (2/7/2022), bersama tim Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar untuk mengambil sampel. Sesuai klinis sapi tersebut positif kena PMK, namun demikian pihaknya tetap menunggu hasil lab guna memastikanya.

Baca juga :  Bobol Warung, Maling Gondol Ratusan Bungkus Rokok

Alit Parwata mengatakan sesuai hasil pemantauan tim, di kandang tersebut terdapat dua ekor sapi. Di mana, dua ekor sapi dalam kondisi mulut berbusa. Sesuai penuturan pemilik, kata dia, awalnya hanya seekor yang mengalami sakit yang mirip PMK. Selanjutnya menular ke ternak yang satunya. “Kita sudah lakukan pengecekan bersama BBVet Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi jumat lalu,” ujarnya.

Disinggung asal usul sapi tersebut, kata dia, sapi tersebut dibeli oleh peternak di Pasar Kayuaambua, Susut, Bangli. Saat dibeli, kondisi sapi masih sehat. Namun, kapan sapi tersebut terserang virus belum diketahui secara pasti. “Dua sapi tersebut telah sterilisasi untuk perawatan. Hanya satu peternak yang bisa ke kandang. Ini untuk mencegah meluasnya virus ke ternak lainya di sekitar lokasi,” jelasnya.

Baca juga :  Oknum PNS RSU Bangli Nyolong HP

Berkaitan ada temuan PMK di Desa Buahan ini, kata dia, Satgas Penanganan PMK yang diketuai Sekda Bali, Senin (4/6/2022), berencana rapat bersama. Di sana, lanjut dia, akan dibahas berkaitan temuan PMK dan menentukan langkah selanjutnya. “Kita memiliki Pasar Hewan yang lebih kecil dari Beringkit, namun mobilitas ternaknya hampir sama. Nah, ini termasuk akan dibahas dalam pertemuan satgas se-Bali nanti,”.ucapnya.

Disinggung vakinasi massal pencegahan PMK, kata dia, pihaknya telah menyampaikannya lewat zoom meeting pada 1 Juli 2022, pada Dirjen Peternakan RI. Dikatakan dia, dalam kesempatan itu, pihaknya diminta untuk melaporkan populasi sapi di Bangli. “Kita telah membawa laporan terkat populas sapi di Bangli. Kita harap vaksinasi ini bisa segera realisasikan guna mencegah PMK makin meluas,” pungkasnya. (128)

Baca juga :  Gubernur Serahkan Bantuan untuk Warga Banjar Serokadan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini