PMK Merebak, Pasar Hewan Kayuambua Ditutup Sementara

picsart 22 07 05 13 34 29 382
PASAR HEWAN - Aktivitas Pasar Hewan Kayuambua, Susut, Bangli. DENPOST.id/dok

Bangli, DENPOST.id

Aktivitas Pasar Hewan Kayuambua yang ada di Kecamatan Susut, Bangli dihentikan sementara. Kebijakan ini dilakukan mengingat kian merebaknya serangan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi. Penutupan pasar hewan terbesar di Kabupaten Bangli ini dilakukan per Selasa (5/7/2022).

“Penutupan Pasar Kayuambua dilakukan setelah adanya instruksi dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. Kita lakukan dari tadi pagi (Selasa-red). Sebab, baru kemarin kita diinstruksikan untuk me-lockdown aktivitas jual-beli hewan berkuku belah di Pasar Kayuambua,” kata Koordinator Pasar Hewan Kayuambua, I Nengah Degdeg.

Baca juga :  Maling Bobol Gedong Penyimpenan di Pura Dalem Serokadan, Ini Dampaknya

Dikatakannya, sesuai surat edaran terkait instruksi tersebut, direncanakan penutupan akan dilakukan selama 14 hari ke depan. Pihaknya mengakui sebelum penutupan Pasar Kayuambua, sejatinya telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan pencegahan berbagai penyakit pada hewan. Termasuk penyebaran PMK. “Untuk upaya pencegahan, sebelumnya juga sudah dilakukan secara rutin oleh petugas dari Kesehatan Hewan, Dinas PKP Bangli. Seperti pemberian vitamin untuk hewan, termasuk penyemprotan,” paparnya.

Sejauh ini diketahui di wilayah Kabupaten Bangli baru ditemukan dua ekor sapi yang dinyatakan terjangkit PMK yakni di Dusun Tabih, Desa Buahan, Kintamani.

Baca juga :  Mas Sumatri Minta Maaf Kepada Bupati dan Seluruh Masyarakat Klungkung

Dengan adanya penutupan Pasar Hewan Kayuambua, otomatis akan menyebabkan transaksi jual-beli sapi akan mengalami penurunan yang siginifikan.Terlebih, Pasar Hewan Kayuambua ini juga dimanfaatkan oleh pedagang dari luar Bangli deperti, Buleleng, Karangasem, Gianyar dan sekitarnya.

Selain itu, kata Degdeg, dalam setiap pasaran di Pasar Hewan Kayuambua yang dibuka setiap tiga hari sekali, rata-rata sapi yang masuk sebanyak 150 ekor. Namun jelang hari raya Idul Adha meningkat mencapai 200 ekor. “Jelang Idul Adha, harga sapi juga mengalami kenaikan,” ujarnya. Di mana, harga sapi yang beratnya di bawah 350 kg sebelumnya seharga Rp 48 ribu per kg naik menjadi Rp 50 ribu per kg. Sedangkan untuk Sapi dengan berat di atas 350 kg sekarang harganya Rp 52 ribu per kg. (128)

Baca juga :  Mengaku Bisa Bantu Jadi Pegawai PDAM, Karyawan BUMD Gasak Ratusan Juta Rupiah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini