Angka Kemiskinan di Badung Meningkat  

picsart 22 07 05 17 03 25 417
KEMISKINAN - Bupati Badung, Nyoman Giri Parsta saat memberikan keterangan mengenai angka kemiskinan di Badung.

Mangupura, DENPOST.id

Angka kemiskinan di Kabupaten Badung terus meningkat. Peningkatan paling tinggi terjadi  sejak 2019 hingga 2022.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Badung, jumlah penduduk miskin pada 2019 mencapai 11,89 ribu Jiwa. Angka ini meningkat di 2020 menjadi 13,75 ribu jiwa. Sedangkan, di 2021 mencapai angka 18,52 ribu jiwa.

Jika dilihat dari persentase penduduk miskin di Gumi Keris sejak Covid-19 melanda hingga 2021 mencapai 2,62 persen dari 2,02 persen di 2020 dan 1,78 persen di 2019.

Baca juga :  Giri Prasta Serah-Terimakan Pembangunan Pura Dalem Kahyangan dan Jalan Wisata

Menanggapi hal ini, Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, Selasa (5/7/2022) menyatakan bahwa meningkatnya angka kemiskinan ini disebabkan pandemi Covid-19. Menurutnya dampak pandemi ini dirasakan di seluruh dunia, termasuk Badung yang begitu terpukul dengan anjloknya dunia pariwisata sebagai sektor unggulan Badung.

“Meningkatkan kemiskinan di Kabupaten Badung itu saya sudah pastikan akibat Pandemi Covid-19. dengan terkontraksinya ekonomi mendunia ini dampaknya sangat luar biasa. Hal yang paling fatal itu adalah di Kabupaten Badung,” ujarnya.

Dikatakannya, pendapatan asli daerah PAD) Badung sebagian besar berasal dari sektor pariwiata, yakni dari hasil pajak hotel dan restoran (PHR). Meskipun sektor pariwisata jeblok, Giri Prasta memastikan ekonomi  Badung tidak sampai kolaps. “Pajak hotel dan restoran dari sektor pariwisata ini adalah sektor unggulan. Semua ini sudah disadari, tetapi tidak kolaps dong,” selorohnya.

Baca juga :  Seorang Pria Tewas di Teras Toko, Petugas Temukan Sekotak Kondom dan Obat

Saat ini, ia memastikan roda perekonomian masyarakat Badung sudah semakin membaik seiring bangkitnya  sektor pariwisata. Dan ia pun optimistis secepatnya perekonomian Badung akan pulih. “Saya yakin dan percaya kita akan pulih cepat. Dan, sekarang sudah mulai pulih,” tegasnya.

Disinggung soal program-program untuk menekan kemiskinan ini, Giri Prasta menyebut sebenarnya sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Badung melalui Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB). Di mana pada poin pertama dari lima bidang prioritas Kabupaten Badung, masalah pangan, sandang dan papan sudah terpenuhi.

Baca juga :  Akan Dijadikan Objek Wisata, Pantai Nyang-nyang Minim Fasilitas

“Coba lihat poin pertama dari lima bidang itu. Pangan sandang dan papan jelas sekali jadi prioritas. Saya yakin sekali pemulihan ini akan cepat sekali,” katanya. (115)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini