Gadaikan Sepeda Motor Kakak Ipar, Gusti Ngurah BAP Dapat Restorative Justice

picsart 22 07 05 20 13 42 444
MINTA MAAF - Tersangka penggelapan sepeda motor, Gusti Ngurah BAP, saat meminta maaf kepada orangtuanya yang mengalami sakit dan susah berjalan karena sudah melakukan perbuatan melanggar hukum.

Negara, DENPOST.id

Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana, kembali memberikan restorative justice (RJ) kepada tahanan. Hingga saat ini, sudah empat kali Kejari Jembrana memberikan RJ untuk tahanan.

Untuk kali ini, RJ diberikan kepada Gusti Ngurah BAP asal Pendem, Kecamatan Jembrana, Selasa (5/7/2022). Tersangka di halaman Kejari Jembrana selain meminta maaf dan memeluk korban juga bersimpuh dihadapan ayahnya yang mengalami sakit dan susah berjalan karena sudah melakukan perbuatan melanggar hukum.

Kepala Kejaksaan (Kajari) Negeri Jembrana, Salomina Meyke Saliama di sela-sela RJ mengatakan tersangka dibebaskan dari tuntutan hukum karena berbagai pertimbangan. Di antaranya karena korban Ni Putu Eka Indrawati sudah memaafkan tersangka, serta perbuatan ini baru dilakukan satu kali dan anak dari tersangka mengalami sakit gangguan ginjal.

Tindak pidana dilakukan dengan nilai barang bukti atau nilai kerugian yang ditimbulkan akibat dari tindak pidana tidak lebih dari Rp2.500.000. “Tersangka menggadaikan sepeda motor korban senilai Rp300 ribu dan itu karena didasari tersangka sakit hati kepada korban,” jelas Meyke.

Baca juga :  Alami Kebocoran, Docking Kapal Roro Nusa Jaya Abadi Dipercepat

Tersangka Gusti Ngurah BAP sebelumnya disangka melanggar Pasal 362 KUHP yang dihentikan penuntutannya berdasarkan keadilan restoratif (restorative justice). Dalam kesempatan tersebut, tersangka juga menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada saksi korban Ni Putu Eka Indrawati, yang merupakan kakak ipar dari tersangka.

Sebagai ucapan permintaan maaf sekaligus terima kasih, tersangka juga memberikan hadiah sebuah sepeda kepada anak dari Ni Putu Eka Indrawati.
Tersangka berharap korban memaafkannya secara kekeluargaan dan antara keduanya dapat kembali harmonis.

Baca juga :  Terkonfirmasi Positif di Jembrana Bertambah dan Dua Pasien Sembuh Dipulangkan

Selanjutnya Kajari Salomina Meyke Saliama melepas rompi atau baju tahanan sebagai simbol tersangka telah dihentikan penuntutannya. Selanjutnya dilakukan penyerahan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Honda NF 125 D warna hitam silver tahun 2003 Nomor Polisi DK 2037 WN.

Meyke berharap setelah bebas dari tuntutan hukum, tersangka tidak lagi mengulangi perbuatannya dan kembali menjalin hubungan keluarga yang harmonis. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini