Di Jembrana, 30 Ekor Sapi Diduga Positif PMK

picsart 22 07 06 13 36 10 274
PMK - Sapi-sapi yang diduga kena PMK digiring ke RPH di Terusan, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara.

Negara, DENPOST.id

Kabupaten Jembrana kini kian meningkatkan kewaspadaaan terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak khususnya sapi. Dari informasi yang diperoleh DenPost di Rumah Potong Hewan (RPH) di Lingkungan Terusan, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Rabu (6/6/2022) menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan lab Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar pada Senin (4/7/2022), sebanyak 30 ekor sapi di Jembrana diduga positif PMK.
Sapi-sapi ini di antaranya ditemukan di Pergung, Kecamatan Mendoyo 20 ekor, Tegal Cangkring 3 ekor, Banyubiru 2 ekor dan Manistutu, Kecamatan Melaya 5 ekor.

Baca juga :  Langgar PPKM Level IV, Angkringan Ditutup Tim Yustisi

Dari pengamatan di RPH, ternak-ternak yang terjangkit PMK ini disemprot dan kemudian dipotong dengan melibatkan 10 tukang jagal yang menggunakan alat pelindung diri (APD), selanjutnya daging dimusnahkan.
Sementara truk yang mengangkut sapi-sapi PMK tersebut ditutup terpal.

Ketua Kelompok Simantri Amerta Sari 308 Banjar Petapan Kelod, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Nyoman Suerna mengaku hanya bisa pasrah dengan musibah ini.
Dia tidak tahu kenapa sapi kelompok tersebut sampai bisa kena PMK. Padahal pihaknya sudah memberikan makanan yang baik. Bahkan dia sampai mencari rumput dua kali sehari. “Sapi-sapi ini juga hiburan bagi saya. Sampai dua kali saya ngarit,” ucapnya sedih.
Dia berharap kerugian yang dialami tidak terlalu besar dan ada bantuan untuk peternak.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Jembrana, I Ketut Suastika alias Ketut Cohok mengatakan, upaya pencegahan agar PMK tidak semakin meluas perlu dilakukan maksimal. “Pencegahan harus dilakukan. Apalagi sapi bali masih diminati di luar. Ke depan kami akan mendorong untuk perlindungan pada petani dan peternak. Demikian juga nantinya diharapkan asuransi untuk ternak juga lebih dimaksimalkan, sehingga ketika ada wabah seperti ini peternak tidak terlalu merugi,” katanya.

Baca juga :  Dalam Masa Karantina, Warga Kupang Diciduk Satpol PP Klungkung

Kapolres Jembrana, AKBP Dewa Gde Juliana, mengatakan, untuk pencegahan PMK pihaknya berupaya maksimal untuk melukan sosialisasi dan dekukasi kepada masyarakat. Pihaknya juga sudah meminta jajaran hingga Bhabinkamtibmas untuk melakukan pemantauan ke kandang ternak dan edukasi juga sosialisasi terkait PMK. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini