PMK Meluas ke Demulih, Saudagar Enggan Beli Sapi

picsart 22 07 06 14 05 45 092
PMK - Kondisi ternak sapi di Desa Demulih yang diduga juga terjangkit virus PMK mendapat atensi dari kepolisian.

Bangli, DENPOST.id

Ternak sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Bangli kian bertambah. Kali ini PMK meluas ke ternak sapi yang ada di Desa Demulih, Kecamatan Susut. Di mana dua dari enam ekor sapi milik peternak diduga terjangkit PMK.

Pemilik ternak sapi, I Wayan Kiyeng, mengatakan, dua dari enam ekor sapi miliknya sejak beberapa hari lalu tidak lahap makan. Kemudian pada Senin (4/7/2022) lalu keluar buih dari mulut dan hidung. “Awalnya hanya satu ekor, kemudian menular ke satunya lagi,” ungkap Kiyeng saat ditemui, Rabu (6/7/2022).

Secara klinis dan dari uji sample memang diketahui hanya dua ekor sapi miliknya yang terjangkit PMK. Namun dari kasat mata, keempat ekor sapinya yang lain sudah nampak tertular. Hal ini dilihat dari kondisi buih yang ada di mulut dan hidung semua sapi miliknya.
Setelah mendapati kondisi ternaknya demikian, pihaknya mengaku langsung melaporkan ke Kantor Desa yang kemudian diterukan ke Dinas Peternakan Kabupaten Bangli. Kendati telah mendapat penanganan, pihaknya juga masih khawatir kondisi ini lama berlangsung, sementara Idul Adha sudah dekat.

“Mudah-mudahan cepat tertangani, paling tidak ada vaksin massal untuk ternak,” harapnya.

Baca juga :  Tembok Penyengker SDN 6 Peninjoan Ambrol

Terkait kondisi ini, Rabu siang nampak Petugas Pengawas Lapangan (PPL) Dinas Peternakan Kabupaten Bangli, I Wayan Wesnawa, melakukan pemantauan ke peternak sapi di Demulih. Dikatakannya, begitu laporan masuk pada Selasa (5/7/2022) pihaknya langsung ditugaskan ke lapangan mengecek kondisi dua ekor sapi yang dilaporkan diduga terjangkit PMK. “Setelah cek, kami langsung berikan suntikan antibiotik. Dan hari ini (Rabu) kami pantau lagi, syukurnya buihnya sudah mulai berkurang,” ungkapnya.

Baca juga :  Pamit Antar Anak, Alia Malah Ditemukan Jadi Mayat

Terkait kemungkinan adanya menular ke sapi yang lain, Wesnawa pun tak menampik. Sebab sebagian besar kondisi kandang yang dimiliki peternak sapi di Demulih dan lainnya itu dibangun secara kolektif atau jadi satu, sehingga kemungkinan untuk menularkan ke ternak lainnya cukup besar. “Dari kasat mata empat ekor sapi lainnya itu sudah mulai tertular. Namun kita sudah lengsung berikan suntikan, supaya tak kian parah. Kondisi kandangnya memang konsepnya kan kolektif, jadi kemungkinan menular ke sapi lain bisa saja,” jelasnya.

Atas kondisi ini, jika tidak ada halangan akan direncanakan digelar vaksinasi massal pada Kamis (7/7/2022). Di mana untuk di Kabupaten Bangli dipusatkan di Desa Demulih, mengingat peternak sapi lebih banyak ada di desa tersebut.
Sementara itu disinggung kekhawatiran peternak yang lainnya, menurut Wesnawa masih belum nampak. Mobilitas transaksi ternak sapi juga masih nampak normal di Desa Demulih.

Baca juga :  Dewan Dorong Eksekutif Lakukan Pemutihan Tunggakan PHR

Kondisi berbeda diakui I Nyoman Panya, salah seorang saudagar sapi dari Desa Kayubihi, Bangli. Sementara ini pihaknya mengakui untuk harga memang belum ada perubahan. Namun melihat kondisi di lapangan di mana mulai merambahkan ternak terjangkit PMK, pihaknya memperkirakan harga sapi akan menurun. Untuk sementara ini dirinya enggan membeli sapi untuk dijual kembali lantaran khawatir penyebaran virus.

Sementara mengenai pasar hewan di Kayuambua ditutup, dirinya hanya meladeni pesanan dari perseorangan. Panya juga sangat selektif dalam membeli sapi untuk dijual kembali. “Sekarang sih belum, tapi kemungkinan harganya akan menurun kalau kondisi PMK ini masih berkepanjangan,” kata bapak tiga anak ini. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini