Gelapkan Ratusan Ekor Ayam untuk Bayar Hutang, Moha Diamankan

picsart 22 07 06 17 57 02 282
BERI KETERANGAN - Gede Darma alias Gede Moha (38), saat memberikan keterangan di Mapolsek Susut, Bangli.

Bangli, DENPOST.id

Tip Opsnal Unit Reskrim Polsek Susut, mengamankan I Gede Darma alias Gede Moha (38) di seputaran Denpasar, Selasa (5/7/2022). Oknum lelaki asal Banjar Bukit Seni, Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng ini diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan ratusan ekor ayam (ayam jenis boiler) milik I Nyoman Subrata (33) asal Banjar/Desa Tiga, Kecamatan Susut, Bangli.

Kapolsek Susut, AKP I Nyoman Edi Suwarya mengungkapkan kasus ini terjadi pada, 25 Juni 2022. Berawal dari saat itu, pelaku Gede Darma datang ke kandang ayam milik korban di Susut, dengan mengendarai mobil bak terbuka warna hitam dengan nomor kendaraan DK 8469 GT. Pelaku saat itu, mengaku diperintah pengepul ayam potong atas nama Wahyudi, yang sudah menjadi pelanggan dari korban guna mengambil ayam sebanyak 505 ekor.

Baca juga :  Selidiki Kerugian Negara, Polisi Segera Panggi Pengurus LPD Selulung

Tanpa rasa curiga, korban memberikan ayamnya untuk ditangkap. Namun setelah sekian hari berlalu, tak ada info dari Wahyudi terkait pembayaran. “Korban baru sadar ditipu, setelah mengkonfirmasi pihak pengepul. Yang mana, pengepul menyatakan tidak pernah meminta pelaku mengambil ayam tersebut ke kandangnya,” sebut Kapolsek didampingi Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Wayan Sarta, Rabu (6/7/2022).

Akibat ulah pelaku, korban mengalami kerugian mencapai Rp23 juta. Selanjutnya melapor ke Mapolsek Susut. Singkatnya, tim Opsnal yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda I Putu Asmara Putra melakukan proses penyelidikan. Di mana, setelah melakukan olah TKP dan meminta keterangan para saksi, indentitas pelaku mengerucut pada I Gede Darma. Yang bersangkutan lalu diamankan tanpa perlawanan di gudang milik Putu Suarmaya yang berlokasi Jalan Trenggana, Banjar Paang Kaja, Desa Penatih, Denpasar Timur.

Baca juga :  Antisipasi Ini, Pengamanan Objek Wisata di Bangli Diperketat

Pada saat diintrogasi, pelaku mengakui mengambil ayam potong milik korban sebanyak 505 ekor atau dengan berat 950,5 kg.

Polisi juga menyita barang bukti berupa uang tunai Rp1 juta dan 1 buah mobil carry pikap warna hitam dengan nomor polisi DK 8469 GT.

Sementara dari pengakuan Gede Darma yang sudah empat tahun bekerja sebagai sopir pengakut ayam potong boiler ini mengaku berulah sendiri dan baru pertama kali. Selain untuk himpitan ekonomi dan untuk biaya kehiduan sehari-hari, Gede Darma mengaku terpaksa menggelapkan ratusan ayam itu karena kepepet bayar hutang di bank, bayar kontrakan rumah, serta untuk biaya sekolah anak.

Baca juga :  Badung Sambut Baik Pemberlakukan Karantina Wisman Selama Tiga Hari

Setelah mengambil ratusan ayam dari TKP, Gede Darma lalu menjual berkeliling secara ecer. “Alasannya karena banyak hutang. Sebab penjualan ayam banyak di bon langganan, sedangkan ditagih terus oleh bosnya yang biasa nyuruh ambil ayam,” beber Kapolsek.

Atas perbuatannya, Gede Darma disangkakan Pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini