Pascaditutup Sementara, Pasar Sapi di Beringkit Sepi

picsart 22 07 06 17 58 04 215
SEMPROT SAPI - Penyemprotan sapi saat masuk Pasar Beringkit, beberapa waktu lalu, sebelum ditutup sementara.

Mangupura, DENPOST.id

Sehari pascapenutupan jual- beli sapi di Pasar Hewan Beringkit, berdampak terhadap pasar unggas dan pasar umum yang berada di areal pasar. Pada, Rabu (6/7/2022), Pasar Hewan Beringkit pun sepi pengunjung.

Direktur Utama Perumda Pasar Mangu Giri Sedana (MGS) Badung, I Made Sukantra mengakui pasar sehari setelah penutupan pasar sapi sangat berdampak di Pasar Hewan Beringkit. Karena pasar unggas dan pasar umum juga sepi pengunjung. “Dampak pasti ada. Pasar unggas dan pasar umum juga ikut sepi,” terangnya.

Lebih lanjut pada hari biasa atau sebelum pandemi Covid-19 menjelang Idul Adha, pasar khusus Sapi dibuka seminggu empat kali, yakni Selasa, Rabu, Sabtu dan Minggu. Penjualan mencapai 1.000-1.500 ekor sapi. Namun semenjak pandemi Covid-19, terjadi penurunan dan ditambah lagi adanya PMK rata-rata sekali pasaran  penjualan mencapai  600-700 ekor. “Penurunan transaksi terjadi mulai dari saat pandemi Covid-19, ditambah lagi adanya PMK,” bebernya seraya menambahkan penyemprotan bio security rutin dilakukan.

Disinggung bagaimana suplai sapi pada saat Idul Adha, Sukantra juga mengakui hal ini sudah dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian dan Pangan Badung. Bahkan dari dinas nanti akan berkoordinasi dengan rumah potong. Mengingat, pihak dinas rutin melakukan pemantauan kesehatan hewan sebelum dan sesudah hewan dipotong pada perayaan Idul Adha. “Untuk pemenuhan sapi untuk Idul Adha, kami sudah koordinasikan dengan Dinas Pertanian dan Pangan Badung,” terangnya.

Baca juga :  Hari Ini, di Bandara Ngurah Rai Masih Ada Penerbangan

Sementara penutupan dirasakan oleh petani. Sebab, mereka tidak bisa jual beli sapi. Begitu juga umat muslim yang merayakan Idul Adha, tentu kesulitan untuk mencari sapi dan harganya juga tidak wajar. Selain itu juga berdampak terhadap pengelola pasar. “Adanya penutupan sementara tujuannya penyebaran virus PMK bisa dihentikan, terlebih juga dilakukan vaksinasi terhadap  hewan. Ini pemikiran besar untuk kita semua, kita tidak boleh memikirkan diri sendiri tapi ini untuk kepentingan holistik atau menyeluruh,” bebernya.

Baca juga :  Nominal Bantuan Kreasi Pawai Ogoh-ogoh di Badung Dikurangi

Namun pengelola pasar juga tidak patah semangat. Di tengah penutupan pasar sapi, Perumda Pasar Mangu Giri Sedana  juga akan menjalankan unit bina usaha. Sejauh ini unit bina usaha tersebut, telah memasarkan beras dari petani di Badung. Selain itu juga memasarkan produk kopi dari petani kopi Pelaga dan menjual minyak goreng dengan Rp15.500 per liter.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung, Wayan Wijana mengakui bahwa stok sapi untuk Idul Adha sudah mencukupi. “Masyarakat kami imbau untuk membeli sapi pada kelompok-kelompok ternak yang ada di Badung atau daerah yang masih bebas dari PMK,” pungkasnya. (115)

Baca juga :  Ketua DPRD Badung Perkenalkan Beras C-Par ke Danrem 163/Wirasatya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini