Studi Komparasi Ketahanan Pangan, Sekretariat DPRD Bali Kunjungi Sulsel

kamis sulsel
BERKUNJUNG KE SULSEL – Rombongan Sekretariat DPRD Provinsi Bali berkunjung ke Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (6/7/2022). (DenPost.id/ist)

Sulsel, DenPost.id

Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali bersama Forum Wartawan DPRD (Forward) Provinsi Bali berkunjung ke DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (6/7/2022). Rombongan disambut Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sulsel, M Jabir. Hadir juga jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Sulsel.

Kunjungan ini bertujuan mencari informasi mengenai pengelolaan ketahanan pangan di Sulsel. Pada pertemuan tersebut, beberapa wartawan yang tergabung dalam Forward mempertanyakan strategi ketahanan pangan di Sulsel. Apalagi, Sulsel dikenal sebagai lumbung pangan nasional. Bahkan menempati urutan ke-4 produksi pangan di Indonesia.

Baca juga :  Transformasi Kuat, Forum Humas BUMN Jalankan Program Terbaik

Mengenai hal tersebut, Analisis Ketahanan Pangan Ahli Madia Sulsel, Asnawati Habibie, mengungkapkan Sulsel mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki daerah lain yaitu tak pernah kekurangan pangan berkat iklim peralihan musim.

Sejak Tahun 2017 surplus beras di Sulsel mencapai 2 juta ton. Begitu juga dengan jagung yang mencapai 1 juta ton/tahun. “Secara nasional, produksi pangan di Sulsel berada di peringkat keempat setelah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah,” ungkap Asnawati Habibie.

Baca juga :  Berbagai Promo BRI Semarakkan HUT Ke-76 RI

Sekretaris Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulsel, Muhlis Mor, menambahkan luas lahan pertanian di Sulsel mencapai 600 ribu hektar lebih. Dalam setahun, Sulsel memproduksi 3,26 juta ton beras. Jumlah tersebut dikonsumsi oleh 9,5 juta penduduk setempat, sehingga hanya 1,1 juta ton beras yang dikonsumsi. “Itu artinya ada surplus 2,1 juta ton,” imbuhnya.

Sekretaris DPRD Bali, Gede Suralaga, usai pertemuan mengungkapkan bahwa kunjungan ini bertujuan belajar mengenai strategi Sulsel dalam meningkatkan produksi pangan. Hal itu yang mendorong wartawan yang bertugas di DPRD Bali untuk berkunjung, karena Sulsel berhasil dalam ketahanan pangan. Bahkan berhasil menjadi salah satu pemasok pangan di Indonesia. Sedangkan Bali selama ini hanya mengandalkan pariwisata.  “Bayangkan saja, setiap tahun Sulsel mampu surplus 2,1 juta ton pangan. Hal itu yang membuat kami ingin tahu keberhasilan Sulsel dalam pengembangan teknologi pertanian. Lantarab covid-19, Bali jangan sampai hanya berharap pada pariwisata. Pertanian di Bali juga bisa maju seperti di Sulsel,” pungkasnya. (dwa)

Baca juga :  Terbaik Nasional, Gubernur Koster Tegaskan Komitmen Laksanakan Reformasi Birokrasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini