Cegah PMK Meluas, Vaksinasi Ternak Sapi Mulai Dilakukan

picsart 22 07 07 17 36 56 506
VAKSINASI - Vaksinasi ternak sapi di Desa Demulih, Susut, Bangli. DENPOST.id/ist

Bangli, DENPOST.id

Guna mencegah kian meluasnya virus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Bangli, tim penangulangan PMK mulai melakukan vaksinasi massal. Hari pertama, Kamis (7/7/2022) vaksinasi dipusatkan di Desa Demulih, Kecamatan Susut, Bangli.

Wakil Satgas Penangulangan PMK Dandim 1626 Bangli, Letkol Arh Sutrisno, mengungkapkan, sejauh ini penyebaran PMK di Bangli masih cukup terkendali, di mana sejauh ini baru 8 ekor sapi yang terkonfirmasi terjangkit virus tersebut.
“Jika dibandingkan dengan daerah lain, kita di Bangli masih terkendali. Kalau kematian syukur belum ada. Yang waktu ini terjangkit sekarang kondisinya juga sudah membaik,” ungkapnya.

Baca juga :  Lagi, 16 Pelanggar Prokes di Penelokan Ditindak

Lebih lanjut dikatakan, vaksinasi akan dilakukan selama tiga hari ke depan dan difokuskan di Desa Demulih dan Desa Buahan, Kintamani.
“Sekarang kita fokuskan di dua desa yang terkonfirmasi kasus dengan sasaran ternak mencapai 14 ribu lebih. Kita targetkan di sini selama 3 hari semua ternak sudah tervaksin,” jelasnya.

Dia menambahkan, setelah vaksinasi di dua desa tersebut rampung nantinya akan berlanjut ke desa lainnya. Dengan total sasaran vaksinasi mencapai 200 ribu ekor lebih hewan ternak di semua desa di Bangli.
“Kalau untuk vaksin kita sudah siap, nantinya semua pemangku kepentingan akan terlibat untuk mempercepat proses vaksinasi,” terangnya.

Baca juga :  Bawaslu Bangli Mulai Buka Pendaftaran Pemantau Pemilu 2024

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli, I Made Alit Parwata, mengimbau peternak untuk mengantisipasi penyebaran PMK selama proses vaksinasi berjalan.
“Kita harap, semasih vaksinasi berjalan dan sebaran masih terjadi, peternak agar tidak memindahkan sapi mereka ke tempat lain. Selain itu juga melakukan pemeliharaan sesuai pedoman yang ditentukan, di mana hanya satu orang yang diizinkan masuk ke dalam kandang,” pintanya.

Alit Parwata menekankan, selain upaya vaksinasi, nantinya juga akan dilakukan penyemprotan disinfektan di setiap pasar hewan dan kandang warga. Sementara untuk mengantisipasi anjloknya harga, dirinya menekankan kepada peternak agar tidak menjual-belikan sapi hingga virus PMK bisa dikendalikan.

Baca juga :  Gagal Panen, Harga Cabai di Bangli Mulai Naik

Salah seorang peternak sapi, I Ketut Diana mengaku telah memperketat pemeliharaan sapi dengan menjaga jarak hewan ternak mereka. Selain itu dirinya juga khwatir jika penyebaran PMK akan berdampak pada anjloknya harga sapi.
“Yang kami khawatirkan di peternak bukan hanya penyakit saja tapi juga anjloknya harga. Kita harap agar nantinya harga setabil dan sapi bisa dijual,” ucapnya.(128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini