Kutsel Turunkan Tramtib Pantau Peternakan

picsart 22 07 08 17 07 45 902
PANTAU TERNAK - Petugas Kecamatan Kutsel saat melakukan pemantauan dan pengecekan ke ternak warga di Pecatu.

Kutsel, DENPOST.id

Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sudah masuk Bali membuat peternak sapi waswas. Termasuk peternak yang ada di Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel).
Sebagai langkah antisipasi, pihak kecamatan menerjunkan Tramtib bersama beberapa staf melakukan pengecekan ke lapangan. “Tujuannya untuk mengecek apakah ada ternak milik warga yang sakit atau gejalan seperti terjangkit PMK. Selain itu juga mengimbau peternak untuk senantiasa melakukan langkah antisipasi dan waspada dengan menjaga kebersihan ternak dan kandang ternak mereka,” terang Sekcam Kutsel, Wayan Sujaka, ditemui di kantornya, Jumat (8/7/2022).

Sujaka mengungkapkan, wilayah yang paling banyak terdapat ternak sapi adalah Desa Pecatu. Bahkan, untuk di Desa Pecatu, hampir setiap warga memiliki paling tidak seekor sapi. Termasuk juga para tokoh juga memiliki ternak sapi. “Yang paling banyak itu di Pecatu, selain ternak sapi yang dilepas, juga ada ternak penggemukan. Bahkan ada yang dimiliki oleh tokoh atau pejabat,” bebernya.

Baca juga :  Desa Adat Akan Gelar Upacara di Lokasi Penemuan Mayat WNA

Lebih lanjut dikatakan, selain sektor pariwisata, beternak sapi juga menjadi salah satu potensi yang dimanfaatkan warga. Apalagi saat pandemi lalu, jumlah pemeliharaan ternak semakin banyak.
“Syukur dari pengecekan yang kami lakukan beberapa hari ini tidak ditemukan adanya sapi yang bergejala terkena PMK. Mudah-mudahan selamanya seperti itu dan tidak ada kasus PMK masuk ke sini (Kutsel),” harapnya.

Dia juga mengungkapkan sistem beternak di Pecatu ada dua, yakni dilepas dan penggemukan. Untuk pendataan yang penggemukan tentu lebih mudah dari yang dilepas. Karenanya dia juga mengimbau nantinya untuk memudahkan pencegahan dan pengecekan sapi yang dilepas agar pada sore hari dimasukkan ke kandang.

Baca juga :  Trek-trekan Kembali Marak di Kutsel

Pihaknya juga senantiasa berkoordinasi dengan Dinas terkait di Pemkab Badung untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait langkah dan upaya pencegahan yang harus dilakukan. “Mudah-mudahan penyebaran PMK ini bisa dicegah sehingga kondisi kembali normal dan Pasar Beringkit dibuka lagi. Karena sektor peternakan ini juga menjadi andalan warga kami,” katanya.

Kondisi geografis Kutsel khususnya Desa Pecatu yang kering memang cukup menyulitkan peternak mencari pakan. Karenanya sejumlah sapi dilepaskan agar juga bisa mencari makan sendiri di pohon-pohon seperti gamal dan sejenisnya. “Kalau di kawasan yang subur kan gampang mencari rumput, kalau wilayah kami kan kering makanya ada sapi yang dilepas. Walau sulit pakan, minat warga kami untuk beternak sapi sangat tinggi karena jadi alternatif menjanjikan serta stabil selain pariwisata,” pungkasnya. (113)

Baca juga :  Dua Mesin ATM di Jimbaran Dibobol

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini