Polsek Ubud Bekuk Jambret Spesialis Orang Asing

picsart 22 07 09 12 55 19 223
PELAKU JAMBRET - Pelaku penjambretan, Mandi dan Buyung, yang diamankan di Mapolsek Ubud, Jumat (8/7/2022)

Gianyar, DENPOST.id

Anggota Polsek Ubud, berhasil membekuk komplotan pelaku penjambretan spesialis atau target orang asing di wilayah hukum Polsek Ubud. Polisi berhasil menangkap dua pelaku di lapangan dan satu orang sebagai penadah.

Tiga orang tersangka masing-masing I Wayan Mandi (18) alamat Banjar Dinas Padang Sari, Desa Tianyar Tengah, Kecamatan Kubu, Karangasem; I Nengah Buyung (22) alamat Banjar Dinas Bukit Kambuh, Desa Tianyar Tengah, Kubu, Karangasem, serta penadah Dewa Putu Agus Merta Sudana (26) alamat Banjar Tambahan Balas, Desa Jehem, Tembuku, Bangli.

Baca juga :  Diduga Mabuk, Bule Terperosok ke Tebing Sungai 

Sementara korban orang asing masing-masing dokter David Mate (32) asal Negara Hungaria, dan Yasim Arik (45) warga Negara Turki.

Kapolsek Ubud, Kompol I Made Tama, S.H., di Mapolsek Ubud, Jumat (8/7/2022), mengatakan penangkapan terhadap tiga pelaku berawal dari laporan dua korban orang asing. Kepada polisi, korban David Mete mengaku ketika dirinya hendak pulang ke tempat menginap di sebuah vila di Banjar Laplapan, Desa Petulu, Ubud, Gianyar.

Korban saat pulang mengendarai sepeda motor dan menaruh HP di sebuah pegangan (holder) stang motor sebelah kiri diambil paksa dua orang pelaku. Korban berupaya mengejar pelaku, namun saat kejadian sekitar pukul 21.00 Wita, dan karena medan jelek korban kehilangan jejak. Korban mengalami kerugian mencapai Rp13,5 juta. Atas kejadian tersebut, korban pun melapor ke Mapolsek Ubud.

Baca juga :  Hujan Es Guyur Desa Batur

Polisi juga menerima laporan yang sama dari korban lainnya, yakni Yasim Arik. Berdasarkan laporan korban, polisi minta keterangan sejumlah saksi. Hasil penyelidikan mengarah kepada pelaku yang tinggal di Jalan Gunung Agung Denpasar. Polisi melakukan penangkapan, namun pelaku sempat kabur dan terjadi aksi kejar-kejaran. Akhirnya pelaku berhasil ditangkap. Hasil intrograsi, pelaku dalam melakukan aksinya bersama tersangka lainnya.

Kepada polisi, Buyung mengaku perbuatannya dan HP tersebut sudah dijual kepada penadah Dewa Putu Agus Merta. Polisi memburu Dewa Merta di Jehem, Bangli. Atas perbuatan tersangka Mandi dan Buyung dijerat Pasal 363 ayat (1) ke -4 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 7 tahun.

Baca juga :  Nyepi, 10 Bayi Lahir di RS Sanjiwani

Sementara penadah, Dewa Merta dijerat dengan Pasal 480 ke-1 atau ke- 2 KUHP dengan pidana paling lama 4 tahun.(116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini