Sirkuit All In One di Jembrana Akan Dijadikan Pusat Atraksi Budaya

picsart 22 07 09 12 55 54 745
BATU PERTAMA - Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, saat peletakan batu pertama menandai pembangunan Sirkuit All in One di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jumat ( 8/7/2022).

Negara, DENPOST.id

Pembangunan Sirkuit All in One di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, resmi dimulai. Sirkuit ini sebagai tempat terpadu atraksi budaya dan wisata, yang diharapkan mengembangkan industri pariwisata seiring dengan dibangunnya jalan tol tahun ini yang menghubungkan Bali barat dengan pusat kota.

Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, Jumat ( 8/7/2022).

Sirkuit All in One nanti jadi pemusatan atraksi budaya, seperti makepung, lomba layang-layang, jegog, pacuan kuda, serta festival lainnya.
“Tempat ini cikal bakal bomnya wisatawan datang ke Jembrana. Kita punya makepung adalah atraksi budaya satu-satunya yang ada di Jembrana. Ini budaya mahal, maka kita hadapi dengan siapkan sirkuit yang memadai. Inilah Sirkuit All in One Pengambengan tempat seka makepung mempertahankan adat dan budaya,” jelas Bupati Tamba.

Lebih lanjut Bupati Tamba menjelaskan jika dibandingkan dengan daerah lain, seperti-obyek wisata di Kabupaten Badung, khususnya kecak dance yang ada di Uluwatu dapat menarik begitu banyak penonton. Kendati dengan tiket masuk yang luar biasa. “Nanti kita buatkan yang gratis juga, tapi juga kita siapkan paket khusus untuk wisatawan dengan perlakuan yang berbeda. Contohnya untuk atraksi makepung. Kita buatkan yang lebih modern tidak seperti makepung tradisional. Sehingga tidak sampai menyakiti hewan dengan memukul hingga berdarah karena yang juga ingin kita sasar atraksi khusus untuk wisatawan luar,” ujarnya.

Baca juga :  Generasi Muda Gianyar Dilatih Meracik Kopi

Keberadaan Sirkuit All in One nanti, sebut dia, akan menjadi pusat atraksi budaya terpadu. Artinya, atraksi tidak hanya untuk tempat makepung saja, tapi seluruh atraksi budaya lainnya bisa dipentaskan. “Termasuk festival-festival yang akan menjadi kalender pariwisata Jembrana. Kita siapkan ini untuk menunggu Jembrana emas tahun 2026,” jelasnya.

Menurut Tamba, momentum pembangunan Sirkuit All in One, seiring dengan pembangunan jalan tol yang tahapannya sebentar lagi akan dimulai ground breaking. Diyakini, pembangunan jalan tol akan mendorong masuknya investasi ke Jembrana. “Setelah infrastruktur sudah bagus wisatawan pasti akan datang ke Jembrana. Yang mereka cari  salah satunya atraksi budaya. Termasuk makepung, lomba layang-layang, pacuan kuda dan jegog. Di tempat ini akan dikelilingi oleh UMKM, sehingga ekonomi akan bergerak. Sehingga saya harapkan setiap hari ada even di sini tentunya dijadwakan agar jelas dengan kalender parisiwata,” ucapnya.

Baca juga :  Tahanan Baru Diharuskan Rapid Test

Sementara Koordinator Seka Makepung, I Made Mara sangat berbangga dengan dimulainya pembangunan Sirkuit All in One.
Dia berharap keberadaan sirkuit itu, sebagai venue budaya terpadu mampu mengangkat budaya makepung Jembrana bisa go Internasional. “Sehingga makepung bisa kita jual nantinya disandingkan dengan destinasi pariwisata lainnya. Kami harap pemerintah tetap membantu untuk perkembangannya nanti,” harap Mara.

Hal senada disampaikan Ketua Pelangi (Persatuan Layang-layang Indonesia Kabupaten Jembrana), I Made Tarma. Dia sangat  berterimakasih telah disiapkan tempat dan ruang bagi penggemar layang-layang tradisional di Jembrana. “Ini yang pertama di Bali, di tempat lain belum ada. Biasanya kami mengadakan even di sawah, banyak kendala bagi kami. Tempat ini sebagai  tempat dan ruang. Even ini akan kami teruskan dan akan kami hidupkan kembali diikuti peserta dari seluruh Bali. Mengingat, Jembrana berada paling barat dengan Pulau Jawa, termasuk Banyuwangi juga akan kita undang nanti untuk mengikuti even layang-layang,” pungkasnya. (120)

Baca juga :  Mensos Risma Perintahkan Pemkab Bangli Petakan Tempat Pengungsian

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini