Tutup PKB XLIV, Gubernur Koster Akui Penampilan Seka Sebunan Sangat Kreatif

kosternya
LUNCURKAN TEMA PKB - Gubernur Bali Wayan Koster menerima terumbu karang dari penari saat meluncurkan tema PKB ke-45 tahun 2023 di Taman Budaya Provinsi Bali, Minggu (10/7/2022).

Denpasar, DenPost
Gubernur Bali Wayan Koster menutup Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIV di Taman Budaya Provinsi Bali di Denpasar, Minggu (10/7/2022). Dalam pidatonya, Gubernur Koster mengaku bahwa tema “Danu Kerthi: Huluning Amreta, Memuliakan Air Sumber Kehidupan” telah diaktualisasikan cukup konsisten dalam karya seni oleh para peserta pawai dan pergelaran seni selama PKB. ‘’Catatan titiang, masih ada sebagian kecil pergelaran seni yang belum sepenuhnya mengaktualisasikan makna tema PKB. Yang membanggakan, penampilan seka-seka sebunan, yang merupakan basis seniman di desa adat, terbukti mampu tampil sangat kreatif, inovatif, menarik, memukau, sekaligus menginspirasi. Inilah yang senyata-nyatanya menjadi fondasi utama kekuatan seni budaya Bali yang kaya, unik, dan unggul,’’ tegasnya.

Menurut Gubernur Koster, berdasar hitung manual oleh panitia pada pintu-pintu masuk, jumlah pengunjung selama PKB tahun ini mencapai lebih dari 1,5 juta, dengan rata-rata lebih dari 50 ribu pengunjung per hari. Meskipun jumlah pengunjung PKB sangat besar, ternyata pengunjung tetap tertib dan patuh pada protokol kesehatan (prokes), terutama tetap disiplin mengenakan masker. ‘’Titiang pun, hadir  langsung bersama keluarga menonton parade gong kebyar sebanyak enam kali yakni duta Kabupaten Gianyar, Jembrana, Badung, Buleleng, Karangasem, dan Bangli, serta menonton pergelaran gong kebyar legendaris dan arja dua kali,’’ ungkapnya.

Baca juga :  Bangun Fasilitas Melasti Terbesar di Bali, Segini Dana yang Digunakan

Gubernur Koster juga mengaku bahwa dia sebenarnya sangat ingin menyaksikan langsung parade gong kebyar duta seluruh kabupaten dan kota, namun saat bersamaan ada tugas penting yang berkaitan dengan persiapan pertemuan Presidensi G20, sehingga ada tiga duta kota/kabupaten yang dia tak sempat hadiri langsung.

Menurut Gubernur tamatan ITB ini, pameran IKM/UMKM menampilkan beragam produk lokal hasil seni kerajinan krama Bali yang berkualitas dengan harga pantas serta berdaya saing. Pameran ditata dengan apik, elegan, dan indah, sehingga pengunjung menjadi nyaman dan terpikat untuk belanja ‘’Titiang mendapat laporan bahwa omzet penjualan/transaksi pameran IKM/UMKM mencapai Rp 10 miliar lebih,’’ ungkapnya.

PKB tahun ini, tambah Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng, ini juga menghadirkan cukup banyak pedagang kuliner khas Bali, yang hasil penjualannya mencapai Rp 3 miliar lebih, serta pameran anggrek yang omzetnya mencapai Rp 586 juta lebih. Menurut Koster, hasil penjualan IKM/UMKM dan pedagang kuliner ini sungguh mengagetkan, membanggakan, dan membahagiakan bagi semuanya.

Baca juga :  Setengah Bulan, Ratusan Mobil Digembosi Dishub

Gubernur Koster juga menyampaikan menyampaikan pesan dan harapan sebagai evaluasi dalam penyelenggaraan PKB ke-45 tahun 2023 nanti. Dia mengingatkan bahwa PKB merupakan wahana pelestarian seni tradisi. Boleh berkreasi, berinovasi, dan berimprovisasi, namun harus tetap menjaga pakem seni tradisi. Gubernur Koster mengingatkan pada acara pawai agar dirancang sesuai tema, keterpaduan dalam rangkaian peserta pawai yang mengedepankan kreasi, inovasi, dan kualitas. Jumlah peserta yang selektif serta durasi waktu pawai maksimum dua jam Pergelaran sepatutnya tetap memperhatikan dan menjaga kesantunan, etika, serta estetika. ‘’Khususnya tentang humor untuk menghibur penonton, memang sangat diperlukan, tetapi hendaknya ditimbang agar tidak porno, tidak jorok.  Tampilan, gerak, dan humor seniman, hendaknya bersifat mendidik, mencerdaskan, dan elegan. Tingkatkan kualitas tema, materi kegiatan, materi sajian, dan tata kelola penyelenggaraan PKB,’’ tambah Koster.

PKB yang setiap tahun semakin berkualitas dan maju, sehingga Gubernur yakin  bahwa seni-budaya Bali tidak akan pernah redup, tidak akan pernah mati, dan tidak akan pernah punah. Sebaliknya semakin bersemai, hidup, tumbuh, dan berkembang dengan subur, nyebun di tengah-tengah masyarakat sepanjang zaman menghadapi arus-deras dinamika global.  Inilah sejati-jatinya kekuatan inheren alam, manusia, dan kebudayaan Bali, sehingga, Bali menjadi pulau yang dikagumi, dicintai, dibanggakan, serta dihormati masyarakat Bali, masyarakat Indonesia, dan masyarakat dunia, sejak dahulu sampai kini hingga sepanjang zaman.

Baca juga :  Dilaporkan ke OJK Bali, BPR Lestari Bantah Perdaya Debitur

Dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, Gubernur Koster berkomitmen sungguh-sungguh menjadikan kebudayaan sebagai hulu pembangunan Bali, guna mewujudkan gumi dan krama Bali yang benar-benar Berkepribadian dalam kebudayaan sesuai prinsip Trisakti Bung Karno. ‘’Dengan itikad dan tekad kuat, titiang memastikan diri senantiasa berada di garda terdepan dalam kerja penguatan dan pemajuan adat istiadat, tradisi, seni-budaya dan kearifan lokal Bali sebagai fondasi kekayaan, keunikan, dan keunggulan kebudayaan Bali,’’ tegas Koster.

Itikad dan tekad kuat ini telah dengan tuntas dituangkan dalam peraturan daerah dan Pergub Bali, serta diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan melalui berbagai kebijakan serta program.

Dalam kesempatan itu Gubernur Koster meluncurkan tema PKB ke-45 tahun 2023 yakni ‘’Segara Kerthi: Prabhannéka Sandhi, Samudra Cipta Peradaban’’ dan menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba. (kmb)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini