Pekan NAIDOC Rayakan Budaya Penduduk Asli Australia

senin aus
MAINKAN MUSIK - Penduduk asli Australia terkemuka, David Williams, memainkan alat musik tradisional Aborigin dalam pentas seni di Kota Denpasar. (DenPost.id/ist)

Denpasar, DenPost.id

Pekan NAIDOC (3-10 Juli 2022) yang diselenggarakan setiap Juli untuk
mempromosikan pemahaman yang lebih luas terhadap budaya asli penduduk Aborigin dan Pulau Selat Torres serta merayakan keberlangsungan dan kontribusi budaya asli Australia yang moderen.

Konsul Jenderal Australia di Bali, Anthea Griffin, dalam siaran persnya mengatakan Pekan NAIDOC merupakan kesempatan bagi seluruh penduduk Australia untuk merayakan sejarah, budaya serta prestasi penduduk asli Aborigin dan Pulau Selat Torres.
“Kedutaan Besar Australia di Indonesia dan Konsulat-Jenderal Australia di Bali merayakan Pekan NAIDOC tahun ini dengan mengundang penduduk asli Australia terkemuka, David Williams. Dia berbagi perspektif uniknya tentang peran budaya mempengaruhi karya kreatifnya di industri komunikasi strategis,” tambah
Griffin.

Baca juga :  Cemari Lingkungan, Dua Pemilik Usaha Sablon Didenda Rp 1 Juta

Di Bali, Konsulat-Jenderal Australia bekerjasama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar untuk menggelar diskusi kreatif bersama David Williams pada 8 Juni 2022. Kegiatan yang dihadiri sekitar 150 mahasiswa dan pengajar ISI Denpasar ini dibuka oleh Konjen Anthea Griffin bersama Rektor ISI Denpasar Prof Wayan ‘’Kun’’ Adnyana didampingi Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Prof. Dr I Komang Sudirga.

Selama di Bali, David Williams juga melakukan diskusi kreatif bersama pakar seni, Tony Raka, dan pertunjukan didgeridoo yang dikolaborasikan dengan tari Bali bersama Sanggar Bumi Bajra di Desa Potato Head, Seminyak, pada 9 Juli 2022. (yad)

Baca juga :  Cemari Lingkungan, Dua Pemilik Usaha Sablon Didenda Rp 1 Juta

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini