Perdana, TP PKK Badung Pentaskan Tari Rejang Giri Putri

picsart 22 07 13 16 34 00 767
REJANG - TP PKK Kabupaten Badung mementaskan Tari Rejang Giri Putri saat upacara Nyatur Rebah di Pura Lingga Bhuwana dan Pura Beji Puspem Badung, Rabu (13/7/2022).

Mangupura, DENPOST.id

Bertepatan dengan Hari Buda Kliwon Pahang Purnama Sasih Kasa, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta bersama Sekda Wayan Adi Arnawa, Rabu (13/7/2022) melaksanakan persembahyangan bersama serangkaian upacara Nyatur Rebah di Pura Lingga Bhuwana dan Pura Beji Puspem Badung. Upacara yang dipuput 6 sulinggih tersebut diiringi Tari Wali Topeng Sidakarya dan Tari Wali Rejang Giri Putri.

Rejang Giri Putri merupakan tari garapan baru Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Seniasih Giri Prasta berkolaborasi dengan penggarap tari, I Gede Parwata dan penggarap tabuh, I Wayan Widia. Upacara inj turut dihadiri jajaran anggota DPRD Badung, Ketua DWP Kabupaten Badung, Rasniathi Adi Arnawa; Ketua PHDI Kabupaten Badung serta seluruh jajaran Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Badung.

Baca juga :  Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian 7 ABK KM Liberty 1

Seusai mengikuti seluruh rangkaian pujawali dan menyaksikan pementasan perdana Tari Rejang Giri Putri, serta peluncuran aplikasi QRIS punia nontunai BPD Bali, Giri Prasta mengatakan, upacara ini merupakan wujud bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi. “Pujanya sudah dipuput oleh para sadaka dan walinya melalui pementasan Tari Topeng Sidakarya dan Tari Rejang Giri Putri. Saya kira ini semua telah berjalan dengan baik dan harapan kita pujawali hari ini berjalan lancar agar alam semesta beserta isinya mendapatkan kerahayuan,” katanya.

Sementara itu, Seniasih Giri Prasta menyampaikan, Tari Rejang Giri Putri terinspirasi dari cerita dalam itihasa yang menggambarkan Dewa Siwa dan Dewi Parwati melakukan tapa brata semadi di Gunung Kailash demi keselamatan, kesejahteraan, dan kemakmuran alam semesta beserta isinya. Dewi Parwati disebut juga Giri Putri. Giri merupakan sebuah gunung yang kuat dan kokoh serta agung yang mampu memberikan sumber kehidupan kepada semua makhluk. Sedangkan Putri merupakan sebutan seorang Dewi Parwati sebagai saktinya Dewa Siwa yang begitu anggun, lemah lembut, dan berwibawa yang melambangkan kebesaran dan kemahakuasaan seorang Dewi yang mengayomi dan melindungi seisi alam semesta (Stitining Bhuwana Langgeng). “Dari filosofi ini munculah ide garapan Tari Rejang Giri Putri. Tarian yang sangat lemah lembut dan indah dipadukan dengan iringan gamelan dengan tatanan alunan melodi yang mengambil filosofi makna daksina yang terdiri dari tiga unsur, yaitu lingkaran sebagai simbol Windu, segi empat sebagai simbol Catur Pada dan segitiga sebagai simbol Tri Kona. Rangkaian tiga unsur ini dituangkan dalam melodi lima nada yang dijalin membentuk irama yang mengalun tanpa henti. Ibarat sebuah lingkaran yang tidak terputus, guna mencapai Moksartham Jagadhita,” terangnya. (a/115)

Baca juga :  Digulung Air Pasang, Pencari Kerang Tewas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini