KPK Beberkan Hasil Penyadapan Telepon Terdakwa Dewa Wiratmaja

sidangku
SIDANG LANJUTAN - Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi DID Kabupaten Tabanan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi di Pengadilan Tipikor Denpasar, Kamis (14/7/2022). (DenPost.id/wiadnyana)

Denpasar, DenPost.id

Jaksa penuntut umum (JPU) dari KPK membeberkan sadapan rekaman suara antara terdakwa Dewa Wiratmaja dengan saksi Ida Bagus Wiratmaja dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Tabanan. Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi ini digelar di Pengadilan Tipikor Denpasar, Kamis (14/7/2022).

Selain mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Dewa Wiratmaja yang mantan staf khusus Eka ini juga menyandang status terdakwa. Meski terlibat kasus yang sama, namun berkas kedua terdakwa terpisah. Sedangkan Ida Bagus Wiratmaja adalah mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Tabanan.

Isi sadapan rekaman pembicaraan itu terungkap bahwa Dewa Wiratmaja menyampaikan informasi mengenai kedekatannya dengan petinggi di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. Dia juga mengarahkan Ida Bagus Wiratmaja untuk mengajukan proposal DID. Ternyata Ida Bagus Wiratmaja tidak membantah bahwa rekaman tersebut memang merupakan pembicaraan antara dia dengan Wiratmaja. “Benar itu komunikasi saya dengan saudara Dewa Wiratmaja pada 15 Agustus 2017 sesuai di BAP,” tegas IB Wiratmaja.

 

Baca juga :  Ogoh-ogoh ST Dira Dharma Gulingan, Berbahan Ramah Lingkungan, Digarap Dua Bulan

Saat memberikan kesaksian, Ida Bagus Wiratmaja menceritakan bahwa rekaman itu mengenai pengurusan DID di Kemenkeu. Saat pembicaraan berlangsung, Dewa Wiratmaja mengaku sedang berada di Jakarta dan sempat bertemu dengan staf Kemenkeu. Dia juga mengaku sering hadir dalam rapat koordinasi mengenai anggaran atas perintah Eka Wiryastuti.

Sebelumnya diberitakan bahwa untuk memperjelas kasus dugaan korupsi yang dilakukan Eka Wiryastuti dan Dewa Wiratmaja, JPU KPK menghadirkan tujuh saksi. Mereka adalah mantan Kepala Badan Keuangan Daerah Tabanan I Dewa Ayu Sri Budiarti, Kadis PUPR Tabanan Nyoman Yudana, mantan Kadus kebudayaan Tabanan I Gusti Ngurah Supanji, mantan Kadis Kesehatan Tabanan Nyoman Suratmika serta Sekda Tabanan tahun 2017, I Made Sumerta Yasa. JPU juga menghadirkan I Ketut Suwita selaku ajudan pribadi Eka Wiryastuti serta Ni Komang Widiantri selaku staf rumah tangga Eka Wiryastuti.

Baca juga :  Penuhi Panggilan Polda Bali, Ini Kata Jerinx SID

Kesaksian mantan Kepala Badan Keuangan Daerah Tabanan sempat membuat JPU berang. Saksi Budiarti yang dicecar dengan sejumlah pertanyaan ini mengaku lupa dan mengaku tidak tahu serta berbelit-belit. Bahkan kesaksiannya di persidangan berbeda dengan keterangannya di BAP penyidik. Budiarti ditanya oleh JPU mengenai keterlibatan Dewa Wiratmaja dalam penyusunan RAPBD Tabanan. Namun JPU menilai kesaksian Budiarti janggal hingga mengancam membuka rekaman pembicaraan via telepon antara Budiarti dengan Wiratmaja yang disadap KPK.

Baca juga :  Di Badung, Positif Covid-19 Sudah Empat Orang

 

Dari hasil sadapan ini terungkap bahwa Budiarti dan Wiratmaja membahas soal fee proyek. Bahkan sempat disebutkan angka 70 sampai 80 persen. Budiarti mengaku Wiratmaja memang pernah hadir dalam pembahasan RAPBD Tabanan tahun 2018 bersama sejumlah pimpinan OPD. Wiratmaja hadir dalam rapat dalam kapasitasnya sebagai staf khusus bupati ketika itu. “Pernah ikut pembahasan RAPBD. atas perintah siapa bisa ikut? Saya tidak tahu,” ucap Budiarti, dalam kesaksiannya saat itu. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini