Pengurus LPD Anturan Serahkan Uang Reward Dalam Bentuk SHM

picsart 22 07 18 16 21 49 437
PERIKSA - Penyidik Kejari Buleleng, Senin (18/7/2022) melakukan pemeriksaan terhadap lima orang pengurus LPD Anturan.

Singaraja, DENPOST.id

Penyidik Kejaksaan Negeri Buleleng terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk menuntaskan perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi LPD Anturan. Penyidik Kejari Buleleng, Senin (18/7/2022) melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang pengurus LPD Anturan.

“Hasil pemeriksaan ternyata para pengurus (saksi) LPD Anturan mendapatkan uang reward hasil kaplingan tanah yang dilakukan Ketua LPD Anturan. Pembagian berdasarkan masa kerja dan rata-rata mendapatkan uang reward total selama bekerja di LPD Anturan sekitar Rp 150 juta s/d 300 juta per orang,” ungkap Kasi Intel Kejaksaan Negeri Buleleng, AA Jayalantara.

Baca juga :  Soal Jembatan Selat Bali, Begini Reaksi PHDI

Dari hasil penyidikan, mereka mempergunakan uang tersebut ada yang untuk kepentingan pribadi, ada juga untuk membeli aset berupa tanah. Lima orang pengurus yang diperiksa, dengan kesadaran sendiri akan mengembalikan uang reward kapling tanah LPD Anturan kepada penyidik Kejari Buleleng guna kepentingan pembuktian dalam persidangan.

“Dua orang di antara mereka telah menggunakan uang reward kapling tanah tersebut untuk membeli sebidang tanah dan mereka menyerahkan bukti kepemilikan tanah atau sertifikat hak milik (SHM) atas nama pribadi masing-masing dan diserahkan kepada penyidik sebagai barang bukti,” imbuhnya.

Baca juga :  Paralimpiade Tokyo 2020, Anak Petani Asal Sukadana Sumbang Medali Pertama

Dua bidang tanah dengan SHM tersebut berlokasi di Desa Anturan seluas 400 meter persegi dan 260 Meter persegi. Para saksi dikatakan membeli tanah tersebut menggunakan uang reward. “Dari pengembalian SHM tersebut jika dihitung dari harga beli tanah, mereka para saksi masih memiliki kewajiban untuk mengembalikan sisa uang reward kapling tanah LPD Anturan dari yang mereka terima,” terangnya.

Untuk pengembalian uang reward kapling tanah LPD Anturan selanjutnya, para saksi dikatakan akan mengusahakan secepat mungkin supaya dapat memulihkan kembali aset milik LPD Anturan.
“Penyidik sangat mengapresiasi niat baik para pengurus yang sadar akan kekeliruan dalam hal menerima uang reward kapling Tanah LPD Anturan yang tanpa mereka sadari ternyata tidak sah,” tandasnya. (118)

Baca juga :  Waspadai dan Terapkan PHBS Hadapi La Nina

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini