Wabup Agung Mayun Serahkan Draf KUA PPAS

picsart 22 07 19 16 47 40 772
SERAHKAN DRAF - Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun (kiri) menyerahkan draf KUA dan plafon PPAS TA 2023 kepada Ketua DPRD Gianyar, I Wayan Tagel Winartha (kanan) , dalam Sidang Paripurna DPRD Gianyar, Selasa (19/7/2022).

Gianyar, DENPOST.id

Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun menyerahkan draf Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) TA 2023, bersamaan dengan KUA dan PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2022. Penyerahan draf kepada Ketua DPRD Kabupaten Gianyar, I Wayan Tagel Winartha, dilakukan dalam Sidang Paripurna DPRD Gianyar, Selasa (19/7/2022).

Penyerahan draf KUA dan PPAS dimaksudkan guna memenuhi Peraturan Pemerintah No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah.
Agung Mayun menekankan, dalam penyusunan KUA dan PPAS telah diselaraskan dengan kebijakan pembangunan daerah dan kebijakan nasional. Hal itu akan tercermin dari adanya harmonisasi capaian kinerja, sasaran program dan kegiatan yang dijabarkan ke dalam fungsi pengelolaan keuangan daerah. Antara perencanaan dan penganggaran perlu diintegrasikan sedemikian rupa, sehingga pemanfaatan sumber daya yang tersedia dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Baca juga :  Pelatihan E-Commerce, Pelaku UMKM Didorong Tingkatkan Digital Marketing

Dikatakan pula, dalam KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2023, pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp 2,266 triliun lebih, sementara belanja daerah direncanakan sebesar Rp 2,133 triliun lebih.
“Dalam KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2023 terjadi surplus anggaran sebesar Rp 132,852 miliar lebih. Hal ini terjadi karena rencana belanja lebih kecil dibandingkan dengan proyeksi rencana pendapatan,” jelasnya.
Menurut Agung Matun, surplus anggaran tahun 2023 tersebut akan digunakan untuk menutupi pengeluaran pembiayaan.

Sementara itu dalam KUA dan PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2022, Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp 2,437 triliun lebih, sementara Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp 2,476 triliun lebih.
Lebih lanjut dijelaskannya, defisit anggaran dalam KUA dan PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp 39,701 miliar lebih. Hal ini terjadi karena rencana belanja untuk membiayai sektor prioritas, lebih besar dibandingkan dengan proyeksi rencana pendapatan. Namun defisit anggaran perubahan tahun 2022 tersebut akan dapat ditutupi, terutama bersumber dari penerimaan pinjaman daerah dan sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2021.

Baca juga :  Bantuan Pemkab Gianyar, Bale Kulkul Berdiri di Pura Alas Purwo

Wabup Agung Mayun menegaskan, perencanaan pendapatan dibuat dengan mempertimbangkan potensi riil sumber pendapatan, realisasi pada tahun sebelumnya dan tingkat pertumbuhan ekonomi.

Lebih lanjut dipaparkan, KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2023 serta KUA dan PPAS perubahan Tahun Anggaran 2022 secara umum diarahkan pada peningkatan efisiensi, efektivitas, transparansi, akuntabel dan penetapan prioritas alokasi anggaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan dasar kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial budaya dan pemerataan pembangunan antar sektor dan wilayah melalui upaya peningkatan daya beli masyarakat, penanggulangan kemiskinan, perluasan kesempatan kerja, serta peningkatan ketersediaan pangan.
Agung Mayun berharap, KUA dan PPAS dapat dibahas oleh segenap anggota Dewan, sesuai dengan tahapan persidangan sebagaimana mestinya.
“Kami berharap agar suasana kebersamaan, sinergi dan sinkronisasi dalam pemahaman tentang pembangunan Gianyar antara eksekutif dan legislatif, tetap terjalin dengan baik seperti yang sudah berlangsung selama ini,” pungkasnya.(c/116)

Baca juga :  Kemenkumham Salurkan 46 Ribu Paket untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini