Kasus Pegayaman Terungkap, Gara-gara Dicurigai Sebagai Mata-mata Polisi

picsart 22 07 20 11 23 27 006
KETERANGAN PERS - Kapolsek Sukasada, Kompol Agus Dwi Wirawan, dalam keterangan persnya Rabu (20/7/2022) di Mapolres Buleleng.

Singaraja, DENPOST.id

Kasus pembunuhan di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada akhirnya terungkap. Kasus yang menyebabkan dua nyawa melayang itu gara-gara Ketut Fauzi dicurigai sebagai mata-mata polisi.
“Berawal dari kedatangan Edy Salman (almarhum) bersama-sama dengan Nu Ul Makmun dan Topan Hariadi Alias Zakaria mendatangi rumah Ketut Fauzi (almarhum) dengan maksud untuk menanyakan langsung kebenaran Ketut Fauzi menjadi mata-mata Polisi,” ucap Kapolsek Sukasada, Kompol Agus Dwi Wirawan, dalam keterangan persnya, Rabu (20/7/2022) di Mapolres Buleleng.

Lanjutnya, kedatangan Edy Salam pada awalnya hanya untuk menanyakan permasalahan tentang kecurigaan Edy Salman terhadap Ketut Fauzi sebagai mata-mata Polisi. Namun pada saat Edy Salam diketahui membawa senjata tajam pedang, kemudian Ketut Fauzi langsung mengambil pedang dan langsung menebas Topan Hariadi Alias Zakaria yang mengakibatkan luka pada tangan dan kepala selanjutnya sembunyi di samping motor milik Ketut Fauzi.

Baca juga :  Terapkan WFO, Seluruh SKPD di Buleleng Wajib Miliki Thermo Gun

“Setelah itu Ketut Fauzi langsung menyerang Edy Salman yang sedang duduk di lantai rumah Ketut Fauzi dan serangan tersebut dibalas oleh Edy Salman dan terlihat Edy Salman terkena tebasan dari Ketut Fauzi yang mengakibatkan Edy Salman roboh,” imbuhnya.
Melihat Edy Salman roboh/terkapar, kemudian secara tiba-tiba Nu Ul Makmun langsung menebas Ketut Fauzi dengan membabi buta hingga mengakibatkan Ketut Fauzi tersandar ditembok dengan luka.
Kejadian tersebut terdengar oleh warga sehingga Nu Ul Makmun dan Topan Hariadi Alias Zakaria melarikan diri ke dalam hutan yang ada di wilayah Desa Pegayaman.

Kejadian yang terjadi pada hari Minggu tanggal 3 Juli 2022 pukul 23.30 wita di Banjar Dinas Kubu Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada itu mengakibatkan Ketut Fauzi dinyatakan meninggal saat diantar oleh warga ke rumah sakit. Sedangkan Edy Salman dinyatakan meninggal di tempat kejadian perkara.

Baca juga :  Menko Marves Apresiasi Pelaksanaan Isoter di Buleleng

Selanjutnya Kapolsek Agus Dwi Wirawan memerintahkan Kanit Reskrim Polsek Sukasada, Iptu Budayana, untuk melakukan pengejaran terhadap kedua orang yang melarikan diri. Dan pada hari Sabtu tanggal 9 Juli 2022 pukul 02.00 wita mendapatkan informasi bahwa Nu Ul Makmun dan Topan Hariadi Alias Zakaria sedang bersembunyi di salah satu rumah yang ada di Banjar Dinas Petung, Desa Pegayaman dan saat itu juga kedua orang tersebut dapat diamankan dan selanjutnya dilakukan proses hukum.

Dari hasil pemeriksaan yang diketahui, yang melakukan kekerasan terhadap Ketut Fauzi adalah Nu Ul Makmun sedangkan Topan Hariadi Alias Zakaria tidak terlibat dalam kasus tersebut bahkan menjadi korban kekerasan dari Ketut Fauzi (almarhum).
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan secara intensif, Nu Ul Makmun dan Topan Hariadi Alias Zakaria telah melakukan perbuatan pidana lain seperti mengambil barang milik dengan paksa (jambret) di antaranya; mengambil sepeda motor di wilayah banjar Dinas Kubu Desa Pegayaman sebanyak dua kali dan ditempat lain sehingga ditemukan 4 sepeda motor dari Nu Ul Makmun dan Topan Hariadi Alias Zakaria.

Baca juga :  Dua Desa di Buleleng Zona Hijau Covid-19

Sedangkan perbuatan lain yang dilakukan Topan Hariadi Alias Zakaria dan Edy Salman (almahum) telah melakukan perbuatan pidana di antaranya penjambretan di wilayah Desa Gitgit dan mengambil sepeda motor di wilayah banjar Dinas Yeh Ketipat Desa Wanagiri. Dan ada juga yang dilakukan sendiri oleh Topan hariadi Alias Zakaria terhadap perbuatan pidana mengambil pretima di pura dalam Gitgit.
Untuk kasus tersebut telah dilakukan pemisahan penanganan dan pemberkasan. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini