Di Bangli, Vaksinasi Ternak Belum Capai Target

picsart 22 07 11 17 44 33 178
VAKSINASI - Vaksinasi ternak sapi digencarkan untuk pencegahan meluasnya virus PMK di Bangli.

Bangli, DENPOST.id

Vaksinasi ternak sapi untuk mencegah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Bangli, dipastikan belum mencapai target sebagaimana yang ditetapkan sebelumnya. Pasalnya, mengacu data dari Satgas Penanganan PMK Kabupaten Bangli, per Selasa (19/7/2022), secara akumulatif jumlah ternak sapi yang sudah tervaksin baru mencapai 6.498 ekor. Sementara populasi sapi di desa Buahan, Kintamani dan desa Demulih, Susut mencapai 14.549 ekor dan populasi ternak sapi di Kabupaten Bangli mencapai 68.888 ekor.

Molornya penuntasan vaksinasi tersebut lantaran sebelumnya Dinas PKP Bangli sempat menargetkan pelaksanaan vaksinasi PMK di dua desa terdampak bisa dituntaskan selama seminggu terhitung sejak tanggal 7 Juli lalu. Dengan kata lain, seharusnya tanggal 14 Juli vaksinasi sudah tuntas dilakukan di dua desa tersebut, untuk kemudian dilakukan vaksinasi disejumlah desa terdekat.

Baca juga :  Objek Wisata Ditutup Sementara, Masyarakat Diminta Tak Nekat Datang

Hanya saja, sampai kini nyatanya capaian vaksinasi belum menyentuh 50 persen dari populasi ternak sapi di dua desa tersebut. Dampaknya, penutupan Pasar Hewan Kayuambua yang rencanakan akan dilakukan selama 14 hari terhitung sejak tanggal 5 Juli lalu kemungkinan juga akan masih diperpanjang.

Humas Satgas PMK Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa, saat dimintai konfirmasi Rabu (20/7/2022), tak menampik terkait masih rendahnya capaian vaksinasi PMK di Bangli. Kata dia, diduga salah satu penyebabnya lantaran dalam penanganan wabah PMK, Satgas tidak hanya melakukan vaksinasi saja. “Dalam penanganan PMK, kita tak hanya melakukan vaksinasi. Ada beberapa tindakan yang juga kita lakukan. Di antaranya, melakukan penyemprotan disinfektan, melakukan pemotongan pada ternak sapi yang terjangkit PMK dan mengambil kebijakan agar petani tidak melakukan pemindahtanganan ternak sapi selama vaksinasi masih dilakukan,” ungkapnya.

Baca juga :  Korsleting Listrik, Rumah Warung Terbakar

Lanjut Dirgayusa, terkait pelaksanaan vaksinasi pihak Dinas PKP juga telah menjalin kerjasama dengan IDI Bangli. “Target satu minggu itu hanya untuk dua desa terdampak. Sebenarnya target yang utama adalah jumlah 14 ribu lebih itu. Itu akan dilakukan dua kali vaksin. Selanjutnya, setelah vaksinasi dosis satu dan dua dilakukan, baru akan dikembangkan dengan menyasar ternak sapi diseluruh Bangli,” ujar Dirgayusa yang juga Kadis Kominfosan Bangli ini.

Baca juga :  Pembangunan Lintasan Drag Race Masih Terbentur Sewa Lahan

Hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan penyebab belum tercapainya target yang telah diwacanakan Dinas PMK sebelumnya. “Informasi kendala, belum kita terima. Apa karena proses atau karena polanya, kita kurang tau. Nanti akan kita konfirmasi lagi ke Dinas dulu,” katanya.

Yang jelas lanjut dia, untuk distribusi logistik vaksin dilaksanakan setiap hari dari Pemprov Bali. “Distribusi vaksin tak ada masalah. Pasokan vaksin, masih memadai. Distribusi vaksin setiap hari mencapai 2.000 dosis dan totalnya sudah mencapai 8.000 vaksin dengan target 1.000 ekor sapi setiap hari,” pungkas Dirgayusa. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini