Desa Adat Tegallalang Lestarikan Tradisi Ngerebeg

picsart 22 07 20 19 49 25 333
Bendesa Adat Tegallalang, Made Kusuma Jaya.

Gianyar, DENPOST.id

Selain keindahan alamnya, Kabupaten Gianyar juga terkenal seni dan budayanya. Seni dan budaya peninggalan leluhur terdahulu terpelihara dan dilestarikan hingga sekarang ini.

Seperti yang dilakukan dan dijaga Desa Adat Tegallalang, Gianyar. Desa Adat Tegallalang melestarikan tradisi Ngerebeg. Karena tradisi adat dan budaya terpelihara hingga sekarang ini, membuat Desa Adat Tegallalang mendapat pengakuan berupa sertifikat yang diberikan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim.

Sertifikat tersebut, kemudian diserahkan Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun yang diterima Bendesa Adat Tegallalang, Made Kumara Jaya bersama masyarakat setempat, saat karya/piodalan di Pura Duur Bingin, Desa Adat Tegallalang, belum lama ini.

Kumara Jaya mengatakan tradisi Ngerebeg sudah ada sejak lama dan dilakukan secara turun temurun. Tradisi Ngerebeg dilakukan sehari sebelum piodalan, wali/karya di Pura Duur Bingin oleh lintas generasi anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua. Para peserta Ngerebeg ini dengan menghiasi tubuhnya dengan cat beraneka ragam.

Baca juga :  Ditebas ODGJ, Bendesa Yeh Kuning Terluka Saat Saksikan Latihan Makepung

Dijelaskan pula tradisi Ngerebeg dilakukan setiap wali, piodalan/karya di Pura Duur Bingin yang ada di Banjar Tengah, Desa Adat Tegallalang. Wali, piodalan di Pura Duur Bingin berlangsung setiap 6 bulan (Bali) atau 210 hari sekali yang jatuh pada waraspati manis pahang. Lima hari sebelum piodalan, wali di Pura Duur Bingin masyarakat sudah gotong royong membuat sarana prasana piodalan.

Sementara anak-anak, baik masih duduk di PAUD, TK, SD, SMP datang ke pura dengan membawa beraneka keperluan karya pura. Ada yang membawa daun pisang, janur, sayuran nangka, dan sayuran pepaya/kates. Sementara sehari sebelum piodalan, wali digelar tradisi Ngerebeg dimulai pukul 13.00 Wita, dari Pura Penataran Duur Bingin menuju arah selatan Kuburan Desa Tegallalang dan sembahyang di Pura Prajapati.

Baca juga :  Jelang Pilkel Serentak, Kapolsek Gianyar Sampaikan Pesan Kamtibmas

Usai sembahyang menuju sejumlah pura yang ada dipinggir jalan, baik yang ada di Banjar Gagah dan Banjar Pejeng Aji. Tradisi Ngerebeg berakhir sekitar pukul 16.00 Wita, di sebuah beji atau tempat permandian untuk membersihkan diri. (116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini