Diduga Depresi, Siswa asal Papua Teriak dan Nangis di Dasar Jurang

picsart 22 07 20 19 50 23 842
EVAKUASI - Basarnas mengajak guru pendamping untuk mengevakuasi CM (17), siswa kelas XII SMAN 2 Semarapura, yang jatuh ke dalam jurang di wilayah Besang Tengah, Kelurahan Semarapura Kaja, Klungkung, Rabu (20/7/2022).

Semarapura, DENPOST.id

Warga di sekitar perbatasan lingkungan Pegending, Kelurahan Semarapura Kauh, dan Besang Tengah, Kelurahan Kaja, Klungkung, mendadak heboh, Rabu (20/7/2022). Hal ini menyusul adanya salah seorang siswa kelas XII SMAN 2 Semarapura bernama CM (17) asal Papua, yang berteriak minta tolong di jurang sedalam 30 meter di wilayah Besang Tengah.

Belum jelas apa yang menyebabkan siswa asal Papua tersebut bisa ada di dasar jurang. Petugas dari BPBD Klungkung telah turun melakukan pencarian sekitar pukul 12.00 Wita. Namun upaya pencarian pertama dengan menggunakan tali turun ke bawah belum membuahkan hasil.

Baca juga :  Pasien Isoman Dirujuk Menuju Isoter, Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Melonjak 23 Orang

“Kami awalnya mendapat informasi dari warga sekitar pukul 09.00 Wita, ada yang teriak dan nangis minta tolong di dasar jurang. Tapi, setelah tim kami turun dari arah selatan tidak menemukan orang tersebut,” ungkap Kalak BPBD Klungkung, Putu Widiada.

Untuk melakukan pencarian, BPBD Klungkung kemudian berkoordinasi dengan petugas Basarnas. Apalagi setelah dilakukan pencarian, petugas mendengar ada orang lagi teriak di dasar jurang. Proses pencarian kemudian dilanjutkan petugas Basarnas sekitar pukul 16.00 Wita. Petugaspun meminta agar siswa tersebut tidak bergerak lagi di bawah untuk memudahkan proses evakuasi.

Baca juga :  TPA Culik Terbakar, Damkar Imbau Waspada Bakar Sampah

Proses evakuasi pun berjalan alot. Karena setelah ditemukan di jurang, siswa tersebut malah ngamuk. Ada yang menduga siswa tersebut mengalami depresi. Karena sebelum jatuh ke jurang, siswa tersebut sempat datang ke sekolah ngamuk-ngamuk memukul pintu sekolah sekitar pukul 04.30 Wita. Tapi setelah dikejar, siswa tersebut kabur menaiki tembok rumah warga.

“Kemungkinan anak ini depresi. Karena saat ke sekolah dia ngamuk-ngamuk dan ngaku mau ditikam orang tadi pagi. Tapi, setelah didekati dia langsung kabur. Kami juga sudah cari ke kosnya dekat sekolah juga tidak ada,” ungkap Gede Wiriana, salah seorang guru pendamping siswa tersebut, ketika ditemui di lokasi kejadian. (119)

Baca juga :  Suwirta Cabut Spanduk Rokok di Warung

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini