Terungkap, Kasus Penyekapan Satpam di Desa Musi

picsart 22 07 20 19 50 53 085
KETERENGAN PERS - Kapolsek Gerokgak, Kompol I Ketut Suaka Purnawasa, S.H., dalam keterangan persnya di Mapolres Buleleng, Rabu (20/7/2022)

Singaraja, DENPOST.id

Kasus penyekapan satpam yang bertugas di Balai Teknik di Desa Musi, Kecamatan Gerokgak berhasil diungkap polisi.

“Pada saat Kadek Ginanta sedang bertugas di pos satpam yang ada di Kantor Balai Teknik Pantai di Banjar Dinas/Desa Musi kecamatan Gerokgak, tiba-tiba datang tiga orang yang tidak dikenal masuk ke dalam pos kamling, langsung menyergap Kadek Ginanta sambil mengatakan “diam kamu, jangan bergerak”, dan langsung mengikat tangan dan kaki, serta melakban mulut Kadek Ginanta dalam keadaan terbaring dan ditunggu satu orang dan dua orang lainnya masuk ke dalam kantor,” ungkap Kapolsek Gerokgak, Kompol I Ketut Suaka Purnawasa, S.H., dalam keterangan persnya di Mapolres Buleleng, Rabu (20/7/2022).

Selanjutnya, saat dua pelaku akan masuk ke dalam ruangan kantor langsung menyekap penjaga kantor Nyoman L. Widya yang saat itu, ada di loby kantor dengan mengikat tangan dan kaki menggunakan tali plastik/rafia, serta melakban mulutnya selanjutnya ditempatkan di ruangan sebelah loby dan akhirnya kedua pelaku berhasil masuk ke dalam kantor.

Dua pelaku berhasil masuk ke dalam ruangan admin yang pintunya tidak terkunci dan di dalam ruangan terdapat tiga brankas yang kemudian dibongkar pelaku, dengan paksa dan berhasil mengambil semua uang yang ada di dalam brankas dengan jumlah keseluruhan hampir Rp90 juta. Kemudian pelaku kabur meningalkan lokasi kejadian.

Baca juga :  BOR Isoter Buleleng Menurun

“Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 3 Juli 2022 sekira jam 01.30 Wita, yang dilaporkan ke Polsek Gerokgak penjaga kantor,” jelasnya

Kanit Reskrim Polsek Gerokgak AKP Putu Merta, S.H., pun bersama dengan timnya langsung melakukan olah TKP.
Dari hasil olah TKP dan keterangan beberapa saksi dan barang bukti yang ada di TKP, diperoleh informasi bahwa orang yang diduga melakukan perbuatan tersebut, dilakukan oleh enam orang dan keberadaan orang tersebut diperkirakan ada di wilayah Denpasar.

Pada Senin, 4 Juli 2022, mendapat informasi keenam terduga pelaku menginap di salah satu penginapan yang ada di wilayah Kuta Denpasar, sehingga berdasarkan informasi tersebut, Kapolsek Gerokgak bersama dengan Kanit Reskrim dengan bantuan Satuan Reskrim Polresta Denpasar, berhasil mengamankan 4 orang terdua pelaku dan 2 orang melarikan diri.

Terduga para pelaku memiliki peran masing-masing, di antaranya pelaku Irvan Ohorella, umur 47 tahun, Alamat Dusun Pahlawan, Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, memiliki peran mengikat kaki satpam penjaga kantor yang berjaga di pos satpam dan mengawasi satpam yang sudah terikat di pos satpam. Terduga pelaku Yandri Souhaly, (dipecat dari TNI AD pada Tahun 2013), umur 34 tahun alamat Jl. RA. Kartini – Sukajadi, Desa Pasirkareumbi, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, memiliki peran mengikat tangan penjaga kantor yang bertugas di pos satpam dan memegang kaki satpam yang bertugas di loby kantor, serta melakukan pengawasan dari jendela dalam ruangan admin.

Baca juga :  Pasien Covid-19 Bertambah, RSU Negara Kembali Siapkan Ruang Isolasi

Terduga pelaku Adie Syaipul Makmur, (dipecat dari TNI AD pada Tahun 2013) umur 37 tahun, alamat Kampung Kulalet, Kelurahan Bojong Malaka, Kecamatan Bale Endah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memiliki peran sebagai sopir yang mengemudikan mobil yang digunakan dalam melakukan kegiatan tersebut. Terduga pelaku Oktavianus Here Radja, umur 42 Tahun, alamat Tenggumung Karya Lor Buntu I, Desa Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Kota Surabayan Jawa Timur, memiliki peran menyergap penjaga kantor yang bertugas di pos satpam, menyergap penjaga kantor yang bertugas di loby, mengawasi penjaga kantor yang sudah terikat di ruangan kantor dan membeli tiket penerbangan pesawat tujuan Jakarta.

Sedangkan terduga pelaku Ilham Marasabesi Alias Aldo (dalam DPO) memiliki peran menunjukkan arah ke lokasi Kantor Balai Teknik Pantai, menyergap satpam yang bertugas di pos, serta memperingatkan agar satpam diam tidak berteriak, mengikat kaki satpam yang bertugas di loby kantor, menutup mulut satpam yang bertugas di loby kantor dengan lakban, mengambil uang yang ada di dalam ruangan admin dan membagikan uang hasil curian.

Baca juga :  Bupati Nengah Tamba Fokus Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi

Untuk terduga pelku Mustapa Lestaluhu Alias Stefen (dalam DPO) memiliki peran menunjukkan arah ke lokasi Kantor Balai Teknik Pantai, mengatur tugas yang dilakukan setiap orang, membawa dan membagikan peralatan yang digunakan, menutup mulut penjaga kantor yang bertugas di pos satpam dengan menggunakan lakban dan menarik baju penjaga kantor yang bertugas di pos untuk menutup wajah penjaga kantor, membuka jendela gedung kantor, menyergap penjaga kantor yang bertugas di loby, mengambil uang yang ada di dalam ruangan admin dan membagikan uang hasil curian.

Hasil kejahatan yang diperoleh para terduga pelaku sebagian sudah habis dipergunakan untuk kebutuhan para pelaku sendiri, dan yang masih dapat diamankan sisa uang dari pelaku sebesar Rp8.263.000 (delapan juta dua ratus enam puluh tiga ribu rupiah), dan ada juga sebagian dibelikan baju, serta pakaian lainnya.

“Terhadap para pelaku disangka telah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 365 ayat (2) ke 1e, 2e, 3e KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 (dua belas) tahun,” ucap Kapolsek Gerokgak. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini