Kejaksaan Bidik Tersangka Lain Kasus LPD Serangan

serang
DITAHAN- Tersangka NWS dan IWJ (kanan) saat berada di mobil untuk ditahan di tempat berbeda pada Selasa (19/7/2022). (DenPost.id/ist)

Denpasar, DenPost.id

Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar membidik keterlibatan tersangka lain dalam kasus dugaan korupsi di LPD Desa Adat Serangan, Densel. Jaksa masih mengembangkan kasus tersebut dengan mengumpulkan bukti-bukti dan mendalami keterangan para saksi. Kasi Intel Kejari Denpasar I Putu Eka Suyantha mengungkapkan hal itu Rabu (20/7/2022).

Menurutnya, kasus dugaan korupsi ini tidak menutup kemungkinan melibatkan pihak lain. Karenanya Kejari Denpasar terus mengembangkan kasus ini. “Dalam persidangan akan jelas. Jika berkembang, ya kami akan telusuri dan dalami lagi,” tegas Eka Suryantha.

Dia mengungkapkan tersangka IWJ yang mantan Ketua LPD Desa Adat Serangan dan NWS akan ditahan selama 20 hari ke depan, sambil menunggu proses persidangan.

Sebelumnya, mantan Ketua LPD Desa Adat Serangan, Densel, berinisial IWJ, dan mantan Tata Usaha LPD berinisial NWS, ditahan oleh Kejari Denpasar. Penahanan kedua tersangka ini dilakukan secara terpisah. IWJ ditahan LP Kerobokan, sedangkan NWS ditahan di Rutan Polresta Denpasar, sejak Selasa (19/7).

Baca juga :  Sempat Muntah Darah, Mahasiswa Meninggal di Kos

Kedua tersangka dan barang bukti tersebut diserehkan setelah berkas perkara hasil penyidikan dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pengelolaan dana LPD Desa Adat Serangan ini dinyatakan lengkap atau P-21. Kedua tersangka dinyatakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Ayat (1), (2) dan (3) UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tipikor jis Pasal 55 Ayat (1) ke-1, jis Pasal 64 Ayat (1) KUHP, serta subsider Pasal 3 jo Pasal 18 Ayat (1), (2) dan (3) UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tipikor jis Pasal 55 Ayat (1) ke-1, jis Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Baca juga :  Mobil Kementerian Dikbud Terguling di Tikungan Gitgit

Tersangka IWJ sempat mengajukan penangguhan penahanan, namun ditolak kejaksaan, sehingga dia ditahan dan proses hukum tetap berjalan.

Kedua tersangka ditetapkan menjadi tersangka pada Senin (6/6) setelah penyidik Kejari Denpasar menemukan bukti permulaan yang cukup. Dalam aksinya, kedua tersangka mempergunakan dana LPD Desa Adat Serangan yang tidak sesuai dengan rencana kerja dan rancangan anggaran pendapatan belanja. Tersangka juga tidak mencatat pembayaran bunga, dan piutang pada buku kas LPD Desa Adat Serangan. Mereka pun membuat laporan pertanggungjawaban khususnya laba usaha tidak riil dengan hasil pembagian, hasil jasa produksi tidak sesuai dengan ketentuan. Berdasarkan laporan penghitungan keuangan negara, LPD Desa Adat Serangan rugi senilai Rp 3.749.118.000. (yan)

Baca juga :  Terduga Pelaku Ditangkap, Naya Alami Penyiksaan Sebelum Dibuang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini