Kasus LPD Bakas Naik ke Penyidikan

picsart 22 07 21 16 49 53 155
Kepala Kejaksaan Negeri Klungkung, Shirley Manutede

Semarapura, DENPOST.id

Setelah dua bulan melakukan penyelidikan, pihak Kejaksaaan Negeri Klungkung akhirnya menaikkan kasus dugaan tindak pidana korupsi LPD Bakas, Kecamatan Banjarangkan ke tahap penyidikan, Kamis (21/7/2022). Apalagi dari hasil penyelidikan, tim Tindak Pidana Khusus menemukan adanya dugaan kerugian keuangan negara di LPD Bakas sebesar Rp 4.242.903.424.

Kepala Kejaksaan Negeri Klungkung, Shirley Manutede, didampingi Kasi Intel, W Erfandy Kurnia Rachman, mengatakan, penyelidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi di LPD Desa Bakas berawal dari adanya laporan masyarakat. Hal ini kemudian ditindaklanjuti dengan mengeluarkan Surat Perintah Penyelidikan pada tanggal 23 Mei 2022.

Baca juga :  Lima Kelompok Diberikan Bantuan Sarana Budidaya Rumput Laut

“Setelah surat perintah penyelidikan turun, Tim Penyelidik Pidana Khusus kemudian meminta keterangan 37 orang yang terdiri dari pengurus LPD, Badan Pengawas Internal maupun eksternal. Termasuk juga nasabah LPD dan pihak-pihak lain yang terkait. Tapi pemeriksaan ini akan bertambah seiring dengan serangkaian kegiatan penyidikan nantinya,” ungkap Shirley.

Sementara dari hasil penyelidikan, tim penyelidik menemukan banyak perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan LPD Bakas mengalami kerugian. Salah satunya pengurus LPD Bakas tidak melaksanakan Peraturan Gubernur Bali Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Peraturan Pelaksana Peraturan Pemerintah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Lembaga Perkreditan Desa dengan baik.

Baca juga :  Bupati Klungkung Ingatkan Konsultan Tak Asal Kerja

Seperti halnya pengurus LPD tidak menjalankan SOP dalam pemberian kredit maupun menerima simpanan dana. Di samping tidak tertibnya laporan keuangan dan laporan pertanggungjawaban keuangan sehingga tidak mengindahkan prinsip kehati-hatian pengelolaan dana LPD.

Selain itu ditemukan adanya beberapa kredit fiktif, kredit macet yang agunannya tidak sesuai dengan kredit yang dimohonkan. Bahkan ada kredit yang tidak disertai agunan baik di dalam Desa Bakas maupun di luar Desa Bakas. Dan, dalam pemberian kredit di luar Desa Bakas tidak disertai dengan kerjasama antara desa serta ada pula tugas-tugas pengurus yang tidak dikerjakan sebagaimana mestinya.

Baca juga :  Kebutuhan Pokok Melimpah di Pasar Galiran

Tidak itu saja, berdasarkan hasil penyelidikan tim Tindak Pidana Khusus terdapat dugaan sementara bahwa kerugian keuangan negara yang dialami oleh LPD Bakas adalah lebih kurang sebesar Rp 4.242.903.424. Hal tersebut berdasarkan hasil konfirmasi antara data nasabah yang ada pada LPD Bakas dengan kroscek langsung pada nasabah yang bersangkutan.

“Sehingga atas temuan fakta-fakta penyelidikan tersebut akhirnya Tim Penyelidik menggelar ekspose pada tanggal 20 Juli 2022. Dan dalam ekspose disepakati seluruh peserta ekspose untuk meningkatkan status perkara tersebut dari tingkat penyelidikan ke tahap penyidikan umum,” katanya. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini