Pascaterjebak di Dasar Jurang, Siswa Asal Papua Belum Sekolah

picsart 22 07 21 17 48 28 513
Kepala SMAN 2 Semarapura, Wayan Janiarta

Semarapura, DENPOST.id

Pascaterjebak di dasar jurang di wilayah Besang Kawan, Kelurahan Semarapura Kaja, kondisi siswa kelas XII SMAN 2 Semarapura, CM (17), Kamis (21/7/2022) dikatakan membaik. Walaupun belum masuk sekolah, pihak sekolah dalam hal ini Kepala SMAN 2 Semarapura, Wayan Janiarta, terus melakukan pendampingan agar siswa asal Jayapura, Papua ini bisa sekolah lagi.

Ditemui di sekolah, Janiarta mengaku sudah mengecek kondisi kesehatan CM yang ngekos di dekat sekolah pada Kamis pagi. Dari hasil pengecekan yang dilakukan, kondisi CM diakui sudah sehat. Namun kondisi psikologinya dikatakan masih labil.

“Secara fisik kondisinya sehat. Kami baru datang dari tempat kosnya di dekat sekolah tadi pagi. Cuma kondisi psikologinya masih labil, belum bisa diajak bicara serius,” ungkap Janiarta.

Wayan Janiarta mengakui selama ini CM tergolong siswa yang kurang disiplin. Karena pihak sekolah sering mengirim satpam untuk membangunkannya agar masuk sekolah. Belum lagi siswa kelas XII IPS 1 ini sering bolos karena sering ke rumah temannya asal Papua yang sekolah di Bangli.

Baca juga :  Siswa SMPN 1 Banjarangkan Ujian Daring di Sekolah

“Kadang-kadang satpam kami sampai harus menunggunya mandi gara-gara bangun siang,” ungkapnya.

Namun dengan melihat kondisinya tersebut, pihak sekolah harus sabar menghadapinya. Apalagi CM bukan satu-satunya siswa asal Papua yang mengikuti program Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem). Yang mana program ini merupakan program pemerintah pusat agar anak-anak Papua dan Papua Barat bisa mengenyam pendidikan lebih baik.

“Untuk di sekolah kami ada 8 siswa asal Papua yang mengikuti program Adem. Empat orang di kelas X, dua orang di kelas XI dan dua orang lagi di kelas XII,” paparnya.

Baca juga :  Peternak Rugi Besar, Populasi Babi di Klungkung Turun Drastis

Selama belajar di SMAN 2 Semarapura, CM bersama siswa Papua lainnya didampingi dua orang guru asuh. Guru asuh ini dikatakan berperan sebagai pengganti orang tua yang bertugas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka selama tinggal dan belajar di Klungkung. Sementara selama mengikuti proses pembelajaran, mereka juga tidak ada diberikan perlakuan khusus.

“Mereka tetap sama dengan siswa yang lain dalam mengikuti pembelajaran,” katanya.

Baca juga :  Air Sungai Candi Gara Kembali Meluap, Ratusan Rumah Terendam

Dengan melihat kondisi CM, Janiarta berencana melakukan pendekatan kepada pastur agar anak ini diberkati. Apalagi dilihat dari fisik, siswa tersebut sudah membaik. Selama ini CM juga dikenal tidak terlalu menonjol di sekolah. Namun CM memiliki hobi basket.

“Kami juga sudah menghubungi orang tuanya. Tapi kami tidak laporkan kejadiannya agar orang tuanya tidak kaget,” ucapnya. Kejadian yang menimpa CM dikatakan juga mendapat perhatian Dinas Pendidikan Bali. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini