Hasil Visum Tunjukkan Naya Disiksa Berulang Kali

picsart 22 07 22 12 58 47 707
DIGIRING - Yohanes Paulus Maniek Putra (38) dan Dwi Novita Murti alias Novi (33) saat digiring keluar sel tahanan.

Padangsambian, DENPOST.id

Resmi berstatus tersangka, Yohanes Paulus Maniek Putra (38) dan Dwi Novita Murti alias Novi (33), digiring keluar dari ruang tahanan Polresta Denpasar, Jumat (22/7/2022) siang. Dari hasil pemeriksaan, Paulus, pacar Novi, menyiksa Naya dalam keadaan sadar. Sementara Novi sebagai ibu kandung Naya membiarkan penyiksaan itu terjadi.

Penyiksaan yang dilakukan Paulus terhadap Naya dilakukan untuk melampiaskan emosi. Aksi sadis itu dilakukan berulang-ulang, hingga Naya mengalami berbagai luka di tubuhnya. Hal ini ditunjukkan dari hasil visum terhadap korban. “Hasil pemeriksaan medis menunjukkan luka-luka di tubuh Naya. Semuanya karena kekerasan yang dilakukan Paulus,” kata Kapolresta Denpasar, Kombes Bambang Yugo Pamungkas.

Baca juga :  Gubernur Tambah Tujuh Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Bambang mengatakan, Naya mengalami luka lebam di kedua pipinya akibat tamparan, rambut belakang lepas akibat dijambak, payudara luka gigitan dan selangkangan biru lebam. “Termasuk patah tulang paha kanan akibat diseret dan dilipat ke belakang kepala. Naya juga mengalami trauma karena disekap dan ditenggelamkan ke ember,” ujarnya, didampingi Kasat Reskrim AKP Mikahel Hutabarak.

Menurut Bambang, tersangka Paulus, melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak dan atau penelantaran anak sesuai sesuai Pasal 76C Jo pasal 80 dan Pasal 76B Jo Pasal 77B UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Paulus terancam 10 tahun penjara. “Kalau ibunya yakni Novi, juga dijerat pasal yang sama karena membiarkan peristiwa penganiayaan yang dialami anaknya,” katanya.

Baca juga :  Jambret Kalung dan Dilawan Korban, Pelaku Diamankan Warga

Sementara itu, berdasarkan pengakuan Paulus, alasannya menganiaya Naya lantaran kesal dan emosi karena Naya tidak mau tidur. Dia juga mengatakan sudah tiga kali melipat kaki Naya ke belakang kepala. “Sudah tiga kali, tapi tak pernah patah hanya yang terakhir,” kata pria asal Kupang, NTT itu.

Ditanya alasannya menelantarkan Naya di Jalan Bedugul, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, Paulus tidak memberikan jawaban jelas. Hanya menurutnya, dia hendak mencari tukang urut karena mengetahui kaki Naya patah usai dianiaya. “Saya bawa ke tempat massage pukul 1 malam. Karena tutup saya tinggalkan dia di sana,” katanya.

Baca juga :  Puluhan Toko di Denpasar Ditutup Tim Gabungan

Sedangkan Novi, ibu kandung Naya malah terkesan membela pacarnya. Novi mengaku tidak bisa berbuat apa-apa saat Naya disiksa olah Paulus. Dia mengaku diancam dan Naya akan tambah disakiti lagi jika melarang Paulus menganiaya anaknya itu. “Saya tidak bisa berbuat apa. Jika saya larang, dia akan lebih menyakiti Naya,” katanya sambil melirik Paulus yang berdiri di sampingnya.

Mengapa membiarkan Paulus menelantarkan Naya di depan massage Jalan Bedugul ? “Dia (Paulus) mengatakan pada saya jika Naya akan dibawa ke massage dan diinapkan di sana, besok paginya akan dijemput,” kata wanita asal Banyuwangi itu. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini