Gilir Anak di Bawah Umur, Empat Pemuda Ditangkap

picsart 22 07 24 18 09 21 159
Ilustrasi kasus persetubuhan anak di bawah umur yang dua kali digilir empat pemuda.

Semarapura, DENPOST.id

Sat Reskrim Polres Klungkung, terus melakukan pendalaman terhadap kasus persetubuhan anak di bawah umur yang melibatkan Ni Komang AW (17). Setelah melakukan penyelidikan, ternyata remaja asal Manggis, Karangasem ini dua kali digilir empat pemuda di
sebuah gudang kayu di Jalan Raya Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung.

Kasus ini terungkap, setelah salah seorang pelaku utama, yakni I Wayan J (22) diamankan bersama pelaku lainnya, Ketut M (21) asal Kubu, Karangasem, Jumat (22/7/2022) sekitar pukul 21.30 Wita. Setelah diamankan, Wayan J ternyata mengaku sudah dua kali melakukan persetubuhan dengan korban (Komang AW).

Baca juga :  Ratusan Guru di Klungkung Mulai Divaksin

Pertama dilakukan pada 18 Juli 2022, di gudang kayu tersebut. Tapi saat itu, Wayan J mengaku menggilir korban bersama dua pelaku lainnya, yakni Wayan A (22) asal Kubu, Karangasem, dan I Dewa GAS (22) asal Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung. Menindaklanjuti informasi tersebut, anggota Sat Reskrim kemudian menangkap Wayan A di gudang kayu dan Dewa GAS di rumahnya di Desa Kusamba, Sabtu (23/7/2022).

“Awalnya ada dua pelaku (Wayan J dan Ketut M) yang ditangkap. Setelah dilakukan pengembangan ternyata ada dua pelaku lainnya (Wayan A dan Dewa GAS) yang ikut terlibat. Sehingga ada empat yang ditetapkan jadi tersangka,” ungkap Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu Agus Widiono, Minggu (24/7/2022).

Baca juga :  Rumput Laut di Nusa Penida Diserang Ice-ice

Menurut Agus Widiono, keempat tersangka sudah ditahan di Mapolres sejak, Sabtu (23/7/2022). Atas perbuatannya, keempat tersangka akan dijerat dengan pasal Pasal 76D Jo Pasal 81 ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya, pidana penjara maksimal 15 Tahun.

Selain itu, Agus Widiono juga mengatakan kalau penyidik belum menemukan video porno yang dijadikan para tersangka untuk mengancam korban agar mau melayani nafsu bejatnya.

Baca juga :  Operasional Toko Swalayan Hingga Rumah Makan di Klungkung Juga Dibatasi

“Sejauh ini penyidik belum menemukan adanya video tersebut. Tapi, hal ini masih didalami penyidik. Termasuk hubungan korban dengan para tersangka,” ujar Agus Widiono. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini