Pengiriman Babi Keluar Bali Ditutup, Peternak Harapkan Pemerintah Segera Lakukan Vaksinasi

picsart 22 07 26 18 32 42 411
GUPBI Bali, Ketut Ari Suyasa, bersama Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Wayan Sunada, dan Ketua Komisi II DPRD Bali, Ida Gde Komang Kresna Budi, saat melakukan diskusi terkait pencegahan PMK pada ternak babi dengan mengusulkan satu juta vaksin di Bali, Selasa (26/7/2022).

Denpasar, DENPOST.id

Akibat pengiriman babi keluar Bali sejak sebulan lalu sudah ditutup (lockdown), para peternak babi di Bali mulai kelimpungan. Penutupan ini dikarenakan adanya kekhawatiran penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melalui ternak babi.

Hal ini diungkapkan Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi (GUPBI) Bali, Ketut Ari Suyasa, Selasa (26/7/2022), menyikapi kondisi merebaknya kasus PMK di Bali.

Menurut Suyasa, vaksinasi PMK untuk ternak babi sangat penting dan harus segera dilakukan, sehingga pengiriman ternak babi keluar Bali bisa segera dibuka. Kalau tidak dibuka dipastikan Bali akan over produksi dan peternak akan merugi.

“Kita tidak bisa mengandalkan pasar lokal untuk menyerap semua daging babi di Bali. Dalam setiap bulannya pengiriman babi ke Pulau Jawa, mencapai 15 ribu ekor dan hampir dari jumlah tersebut 90 persen dipasok dari Bali. Kami berharap dengan adanya vaksinasi pada ternak babi, maupun daging yang kita kirim benar-benar terjamin kesehatannya dan bebas dari penyakit,” harapnya.

Baca juga :  Berulang Kali Disemprit, Pedagang di Jalan Kartini Membandel

Sementara usulan dari kelompok ternak babi, apabila vaksin bisa didatangkan awal bulan depan, vaksinasi dapat dilakukan mandiri.

Sementara guna mencegah penyebaran PMK pada ternak babi di Bali, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, telah mengajukan permohonan satu juta vaksin babi ke pemerintah pusat. “Kita sudah membuat kajian dan kita siapkan surat permohonan secara resmi ke pusat dan diajukan permohonan satu juta vaksin untuk ternak babi,” ujar Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Wayan Sunada.

Baca juga :  Berharap Tak Digusur, Pedagang Pasar Bunga Datangi DPRD

Sementara Ketua Komisi II DPRD Bali, Ida Gde Komang Kresna Budi menyampaikan urusan PMK pada ternak sapi sudah selesai, sehingga Bali sudah masuk zona hijau dari PMK. Namun, ada kekhawatiran terhadap ternak babi yang juga berkaki empat dan berkuku terbelah. Hal ini sangat riskan terhadap PMK, sehingga semua ternak babi di Bali perlu divaksin. (115)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini