Sejumlah Karyawan Grand Inna Bali Beach Tak Tahu Ada PHK

bali bit1
TERTINGGI - Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Densel, difoto dari kejauhan. Selain ada renovasi besar-besaran, hotel tertinggi di Bali ini berencana mem-PHK para karyawan. (DenPost.id/ist)

Sanur, DenPost.id

Sebagian karyawan Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Densel, mengaku tak tahu-menahu ada kasus pemutusan  hubungan kerja (PHK) di tempat mereka bekerja.

Saat dimintai komentar pada Selasa (26/7/2022), karyawan yang masih kerja di areal hotel itu mengaku tak ikut pertemuan dan mengadu ke rumah anggota DPR RI Dapil Bali I Nyoman Parta di Guwang Sukawati, Gianyar. ‘’Kami masih bekerja seperti biasa, karena ada tamu yang menginap di hotel,’’ ujar karyawan tersebut.

Dia mengaku bahwa Hotel Grand Inna Bali Beach saat ini melakukan pembenahan atau renovasi secara besar-besaran. Beberapa bangunan dirobohkan untuk dibanguni kembali, karena usianya sudah tua dan banyak bagian yang rusak. Pantauan DenPost, bangunan hotel bertingkat 10 tetap berdiri kokoh, namun kamar-kamar dibongkar untuk direnovasi. Begitu juga sejumlah bungalo, tetap menerima tamu, namun jumlahnya terbatas. Sedangkan halaman hotel di pinggir pantai ditutupi pagar tinggi. Sekilas dari luar tak terlihat ada aktivitas menonjul di areal hotel tertinggi di Bali ini. Namun sayang, sampah-sampah berupa dedaunan di bagian luar hotel menumpuk atau sengaja dibiarkan begitu saja sehingga merusak pandangan. Tak ada karyawan hotel maupun petugas DKP Kota Denpasar yang tergerak membersihkan sampah di pantai yang tak pernah sepi pengunjung ini. Renovasi dilakukan besar-besaran juga terkait dengan pembangunan Rumah Sakit Internasional di bekas lapangan Grand Bali Beach Golf Course.

Di tempat terpisah, anggota DPR RI Dapil Bali I Nyoman Parta, Selasa kemarin, mengungkapkan bahwa dia segera berkoordinasi dan melakukan mediasi dengan manajemen Hotel Grand Inna Bali Beach. Hal ini menyusul kedatangan ratusan pekerja hotel itu ke rumah Nyoman Parta di Desa Guwang, Sukawati, Senin (25/7/2022). Kedatangan mereka untuk mengadukan tentang ancaman mereka di-PHK oleh pihak hotel.

Baca juga :  Terjaring Razia Prokes, Puluhan Pemotor Langsung Diedukasi

Mengenai jadwal mediasi, Parta mengaku sesegera mungkin dan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak manajemen hotel. Mantan anggota DPRD Provinsi Bali ini juga menjelaskan perwakilan pekerja sempat menyampaikan bahwa awalnya pihak hotel berencana melakukan renovasi. Karenanya, pada 25 April 2022, manajemen hotel dan para pekerja membuat kesepakatan. Isinya: para pekerja masih tetap bekerja, namun statusnya dirumahkan sementara selama dua bulan. Selama dirumahkan, sejumlah hak-hak pekerja masih mereka dapatkan.  Namun pihak manajemen mengumpulkan para pekerja pada 25 Juli 2022. Mereka langsung disodori surat PHK. Pihak hotel hanya memberi tenggang waktu tiga hari kepada para pekerja  untuk membuat keputusan. Lantaran khawatir, para pekerja lalu mengadu ke rumah Nyoman Parta pada Senin  lalu agar nasib mereka diperjuangkan. (yad/yul)

Baca juga :  Soal Hubungan Dengan Tiongkok, Begini Kata Gubernur Bali

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini