Ternak di Jembrana akan Divaksinasi Dua Kali

picsart 22 07 11 17 32 39 772
PENYEMPROTAN - Petugas menyemprotkan cairan disinfektan ke kandang-kandang ternak di Jembrana.

Negara, DENPOST.id

Hingga saat ini kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Jembrana masih menjadi kekhawatiran peternak.
Sesuai laporan, hingga saat ini sudah ada 34 kasus terjadi di Jembrana.
Untuk menangani ini, tim Satgas PMK Jembrana melakukan berbagai langkah antisipasi.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Sutama, Rabu (27/7/2022) mengatakan, Kabupaten Jembrana terus berupaya melakukan penyemprotan disinfektan dan vaksinasi terhadap hewan.
Satgas PMK juga mendapatkan bantuan dari BPBD Provinsi Bali sebanyak 3 tim. Di Jembrana, lanjutnya, ada 8 tim yang diterjunkan untuk melakukan vaksinasi dan penyemprotan.

Baca juga :  Rumah Pemangku Terbakar, Diduga Akibat Dupa

Terkait vaksinasi PMK, kata Sutama, tahap awal sebanyak 2.000 dosis dan di tahap kedua sebanyak 15.000 dosis. “Vaksin ini untuk dua kali. Jadi kami melakukan dua kali vaksin untuk ternak. Jika sekarang disuntikkan, kurang lebih 34 minggu disuntik lagi atau sebulan paling terlambat,” paparnya.

Sutama menambahkan, pihaknya menargetkan 1 hari sekitar 800 ekor sapi tersasar penyemprotan dan vaksin. “Ada 8 tim yang kita terjunkan dan kita bekali 1 botol vaksin untuk kapasitas 100 dosis. Akan tetapi kenyataan tim belum optimal. Kita akan terus optimalkan dengan 8 tim ini di lapangan,” jelasnya.

Baca juga :  Sidak, Daging dan Sayuran di Pasar Tak Mengandung Bahan Berbahaya

Menurut Sutama, yang kini sulit di kontrol yaitu transportasi dari orang, barang dan hewan. “Kita menyarankan kepada masyarakat agar lebih responslah kalau memang belum ada jadwal vaksinasi, mungkin minta disinfektan di dinas, jadi masing-masing melakukan penyemprotan nanti kita sampaikan bantuan seperti itu,” katanya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini