Ternyata Semua Karyawan Hotel Grand Inna Bali Beach di-PHK, Jumlah Totalnya 381

kokos1
MENGADU - Sejumlah karyawan Hotel Grand Inna Bali beach, Sanur, saat mengadu di rumah anggota DPR RI Nyoman Parta di Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, belum lama ini.(DenPost/ist)

Denpasar, DenPost.id

Terhitung mulai Minggu (31/7/2022), sebanyak 381 karyawan Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, di-PHK. Hal ini sekaligus meralat bahwa bukan hanya 280 karyawan yang di PHK, tapi semuanya. PHK terpaksa dilakukan karena operasional hotel ditutup terkait renovasi besar-besaran dan pihak manajemen terus merugi. Direktur SDM PT Hotel Indonesia (HI) Natour, Yayat Hidayat, mengungkapkan hal itu lewat telepon Rabu (27/7/2022).

Dia menambahkan semua karyawan hotel yang dulu bernama Bali Beach ini masih diberikan kesempatan bekerja hanya sampai 31 Juli 2022 saja. Dengan demikian, peluang bagi ke-381 karyawan ini untuk bekerja lagi selama renovasi sudah tertutup. Begitupun upaya mediasi yang hendak dilakukan karyawan untuk diterima kembali pascarenovasi dipastikan mentok. Pihak manajemen hotel bersikukuh mem-PHK semua karyawan tersebut.

Baca juga :  Meski Sempat Ditolak, Siswa Bisa Daftar PPDB Kembali

Yayat menambahkan bahwa pihaknya sejak tahun 2020 yakni awal pandemi covid-19 hotel tertinggi di Bali ini terus merugi. Namun pada saat itu juga pihaknya tak serta-merta melakukan PHK. Para pekerja masih diberikan kesempatan ngantor hingga batas waktu yang ditentukan.

Seirama dengan berjalannya waktu, dua bagian hotel setempat ditutup total alias tak menerima tamu menginap. Untuk diketahui Grand Inna Bali Beach ada tiga klaster yakni tower, garden, dan resort. Dari ketiga bangunan tersebut, dua di antaranya dibongkar yakni garden dan resort, sedangkan tower saat ini direnovasi besar-besaran, mengingat usianya sudah tua.

Mengenai pengaduan sejumlah karyawan ke anggota DPR RI, Yayat mengatakan bahwa pada intinya mereka miskomunikasi saja. Pihak manajeman membuka peluang untuk berkomunikasi dan mediasi, sehingga permasalahan PHK ini tuntas. Jika ada karyawan yang ingin bertanya, tentu diberikan waktu untuk berdialog. ‘’Nanti kami  adakan pertemuan lagi dengan teman-teman (para karyawan),’’ tegasnya.

Baca juga :  Lagi, Satu Pasien Covid-19 di Denpasar Dinyatakan Meninggal

Ditanya mengenai kewajiban manajemen untuk menyelesaikan PHK ini, Yayat menyebut tetap berdasarkan undang-undang yang ada. Dalam hal ini para karyawan tetap memperoleh pesangon sesuai masa kerja mereka.

Yayat juga menyebut bahwa PHK ini memperlukan proses sesuai kondisi perusahaan. Padahal sejak awal pihaknya belum merencanakan PHK atau sedapat mungkin tetap mempertahankan karyawan bekerja sesuai kemampuan perusahaan. Lantaran tidak ada perbaikan-perbaikan dari segi bisnis serta ada renovasi besar-besaran, maka pihak manajemen terpaksa merumahkan karyawan. Situasi ternyata berubah, sehingga upaya mem-PHK semua karyawan tak dapat dihindarkan. ‘’Kami terpaksa melakukan PHK dengan tetap membayar hak-hak karyawan sesuai undang-undang,’’ tegasnya.

Baca juga :  Koster Jamin Bali Tak Kekurangan RS Rujukan dan Isoter

Mengenai upaya renovasi, Yayat menyebut selesai pada Agustus nanti atau sebelum KTT G20 di Bali. Dengan demikian, hotel inui siap menerima anggota delegasi dari berbagai negara di dunia.

Ditanya tentang peluang sejumlah karyawan yang di-PHK ini ingin kembali bekerja jika renovasi selesai, Yayat menyebut bahwa pihaknya tentu akan merekrut tenaga kerja baru. Sedangkan mereka yang di-PHK tertutup untuk kembali bekerja di tempat awal. Walau demikian, mereka dibekali surat pengalaman kerja untuk nanti dijadikan curriculum vitae jika bekerja di tempat lain. ‘’Jika mereka yang di-PHK ini ingin kerja lagi di sini, otomatis tidak ada peluang. Kami kan belum tahu kebutuhan nanti. Pasti ada proses rekrutmen dari manajemen-lah,’’ tandasnya. (yad)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini