Satgas PMK Jembrana Kembalikan Ternak Sapi Lokal

picsart 22 07 28 17 48 46 505
PEMERIKSAAN - Pengawasan dan pemeriksaan lalu lintas kendaraan pengangkut ternak oleh Tim Satgas PMK Kecamatan Jembrana.

Negara, DENPOST.id

Upaya pencegahan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) terus dilakukan Tim Satgas PMK Kecamatan Jembrana. Salah satunya dengan melaksanakan pemantauan, pengawasan dan pemeriksaaan kendaraan yang mengangkut hewan ternak.
Kegiatan dilaksanakan di depan Polsek Jembrana Jl. Jenderal Sudirman, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan/Kabupaten Jembrana, Rabu (27/7/2022) petang.

Kapolsek Jembrana, Iptu Putu Budi Santika, mengatakan, dalam kegiatan itu petugas memeriksa 7 truk dan 3 pikap.
Salaj satu pikap DK 8618 WH ditemukan mengangkut 2 ekor sapi lokal.
Sapi itu diambil dari Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo dibawa ke Dewasana, Kelurahan Pendem.

Baca juga :  Vaksinasi Sistem Jemput Bola Dilaksanakan di Tegalcangkring

Sapi tersebut kemudian diamankan di Polsek Kota Jembrana dan selanjutnya pemilik sapi membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan sanggup mengembalikan sapi tersebut kepada pemilik sebelumnya di Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo.

Proses pengembalian ternak sapi tersebut ke Banjar Munduk, Pohsanten mendapat pengawalan Kapolsek Kota Jembrana bersama anggota. “Terhadap hewan sapi telah dikembalikan dan diterima oleh pemilik sebelumnya didampingi Bhabinkamtibmas Desa Pohsanten Aiptu I Nyoman Astina. Pemilik sapi tidak keberatan dengan pengembalian tersebut,” jelas Budi Santika, Kamis (28/7/2022).

Baca juga :  Lima Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Jembrana Sembuh

Lebih lanjut dikatakan, sebelumnya pembeli sapi tidak membawa surat keterangan. “Kemarin hewan ternak yang terjaring razia tidak dilengkapi surat keterangan, sehingga takutnya hewan tersebut ada indikasi PMK dan menyebar di daerah tujuan (Dewasana). Itu yang kita hindari, langkah yang kita ambil adalah mengembalikan ke daerah asal,” kata Budi Santika.

Kapolsek Kota Jembrana mengatakan sesuai petunjuk dan ketentuan SE No 4, untuk sementara tidak diizinkan adanya pergeseran ternak. “Sekarang ini pengecekan melalui razia, langkah yang diambil adalah mengembalikan ke daerah asal dan dilakukan pengecekan kondisi hewan oleh instansi terkait,” pungkasnya. (120)

Baca juga :  Mahasiswa Baru Diajak Sukseskan Vaksinasi dan Disiplin Protokol Kesehatan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini