Di Gianyar, Ratusan Satuan Pendidikan Terdaftar Gunakan Kurikulum Merdeka

picsart 22 07 28 18 33 45 883
WORKSHOP - Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka yang berlangsung di SMPN 1 Gianyar, Kamis (28/7/2022).

Gianyar, DENPOST.id

Untuk mendapat sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang cerdas, unggul, berkualitas dan berkarakter Pancasila, dunia pendidikan di Indonesia terus melakukan pembenahan. Di tahun ajaran 2022/2023 ini, satuan pendidikan mulai menerapkan kurikulum merdeka.
Di Kabupaten Gianyar, lokakarya (workshop) implementasi Kurikulum Merdeka dilaksanakan di SMPN 1 Gianyar, Kamis (28/7/2022). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari yakni hingga Senin (1/8/2022).

Kadis Pendidikan Gianyar, Made Suradnya, saat membuka lokakarya mengatakan, dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, Gianyar telah didukung guru penggerak. Semua guru sudah diwajibkan menerapkan kurikulum terbaru ini.

Baca juga :  Mertua Temukan Menantu Tewas Gantung Diri di Kamar

Lebih lanjut dikatakan, Kurikulum Merdeka tidak hanya diterapkan di jenjang SMP melainkan juga untuk jenjang SD. Di Kabupaten Gianyar, terdapat 341 satuan pendidikan yang terdaftar menggunakan Kurikulum merdeka, namun baru 339 yang sudah login menggunakan akun pembelajaran dalam platform merdeka mengajar.

“Ada 3 opsi dalam penerapan Kurikulum Merdeka meliputi mandiri belajar, mandiri berubah dan mandiri berbagi. Di Kabupaten Gianyar, terdapat 84 satuan yang memilih opsi mandiri belajar, 251 satuan dengan mandiri berubah, dan 6 satuan memilih opsi mandiri berbagi,” katanya.

Baca juga :  Diduga Sakit Jantung, Bule Austria Tewas di Dekat Kolam Renang

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Gianyar, Wayan Mawa, menambahkan, dalam penerapan Kurikulum Merdeka perlu ada kesiapan sumber daya manusia (SDM).
Salah satu cara untuk memastikan kesiapan penerapan Kurikulum Merdeka, guru dilibatkan dalam lokakarya ini.
Mawa memaparkan, lokakarya ini melibatkan Pengawas Kabupaten Gianyar, Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Bali (Kemendikbudristek), Kepala Sekolah SMPN 1 Gianyar, dan Guru SMPN 1 Gianyar. Para guru diarahkan mampu menerapkan Kurikulum Merdeka menuju merdeka mengajar sesuai dengan profil pelajar Pancasila.

Baca juga :  Covid-19 Meningkat, Polsek Gianyar Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Bali, I Wayan Surata, menyampaikan, Kurikulum Merdeka ini mengakomodir kebutuhan sekolah. “Sekolah bisa melakukan pelatihan mandiri dan pengembangan mandiri, sementara standar-standar pengembangan dikeluarkan Kemendikbudristek,” katanya.

Ditambahkannya, tidak ada pelatihan berjenjang dalam penerapan kurikulum merdeka. Hanya saja Kemendikbudristek sudah menyiapkan platform merdeka mengajar sebagai dasar belajar. “Guru disiapkan platform untuk berdiskusi antarguru, artinya untuk menggerakkan komunitas belajar di sekolah. Ketika komunitas belajar itu tumbuh, maka ekosistem akan tumbuh di sekolah,” jelasnya.(116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini