Kejari Gianyar Kembali Berikan Keadilan Restoratif

picsart 22 07 29 17 39 13 581
DIHENTIKAN - Penghentian penuntutan terhadap tersangka Natalia Meirisca di Genah Adhyaksa Ubud, Jumat (29/7/2022).

Gianyar, DENPOST.id

Untuk keduakalinya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar menghentikan penuntutan berdasarkan keadilan restoratif (Restoratif Justice). Kali ini keadilan restoratif dilakukan pada kasus pencurian uang dengan tersangka Natalia Meirisca Widyari (20) asal Mengwi, Kabupaten Badung. Penghentian penuntutan dilakukan di Genah Adhyaksa, Ubud, Jumat (29/7/2022) sore.

Kajari Gianyar, Ni Wayan Sinaryati, S.H., mengatakan, tersangka Natalia mendapatkan pertimbangan karena mengalami masalah perekonomian dan juga tersangka belum pernah melakukan tindak pidana lainnya.
Diungkapkan Sinaryati, tersangka Natalia merupakan buruh linting rokok. Dia melakukan pencurian dan ditangkap polisi pada bulan April 2022 atas laporan korban Kadek Ayu Wirayanti asal Banjar Cebaang, Desa Seronggo, Kecamatan/Kabupaten Gianyar. Dari hasil penyelidikan petugas, tersangka terbukti dan mengakui perbuatannya mengambil ATM dan menarik uang dari rekening milik korban sebesar Rp 2,4 juta. Dia dengan mudah melakukan penarikan karena korban sebelumnya sempat cerita kepada tersangka bahwa no PIN ATM-nya sangat mudah.

Baca juga :  Siswi Video Mesum Diklaim Sudah Pindah Sekolah, Polisi Buru Perekam dan Penyebar Video

Uang itu tersangka gunakan untuk membayar uang sekolah 2 orang adik kandungnya, untuk tunggakan cicilan sepeda motor, tagihan bulanan PDAM, tagihan listrik, serta untuk keperluan makan dan bensin sehari-hari dan hanya tersisa Rp 55 ribu
Oleh pertimbangan dan kemanusiaan, Kejari Gianyar mengajukan kasus tersebut untuk mendapatkan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif. “Ini sudah memperoleh persetujuan dari Kejaksaan Tinggi Bali dan Kejaksaan Agung di mana syarat-syarat penghentian penuntutan sudah terpenuhi,” jelas Sinaryati, didampingi Kepala Seksi Tindak Pidana Umum, I Wayan Sukardiasa.

Sinaryati berharap, dengan dilaksanakannya penghentian penuntutan ini tersangka dapat kembali dan diterima di masyarakat.
Kajari Gianyar berharap tersangka tidak lagi mengulangi perbuatannya. Bila kembali mengulangi perbuatan pidana, tersangka akan langsung diproses hukum. (116)

Baca juga :  Tawur Agung Kesanga di Gianyar Terapkan Prokes Ketat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini